SuaraJawaTengah.id - Puluhan siswa disabilitas dari Yayasan Bina Bunda milik desainer Anne Avantie melaksanakan upacara bendera bersama dengan beberapa anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Semarang.
Upacara bendera yang berlangsung secara khidmat dengan Anne Avantie bertindak sebagai pembina upacara di halaman Restoran D'Kambodja Semarang, Sabtu (17/8/2024).
Murid-murid Bina Bunda bertindak sebagai petugas upacara, mulai dari pembawa acara, pembaca teks Proklamasi, pembaca pembukaan UUD 1945, pembaca teks Pancasila, pembaca doa, hingga tim paduan suara.
Sedangkan petugas pengibar bendera Merah Putih, pemimpin upacara, komandan peleton hingga ajudan pembina upacara adalah Paskibraka Kota Semarang 2023 yang tergabung dalam Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Semarang.
Upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia itu tidak hanya diikuti oleh murid Yayasan Bina Bunda, namun juga seluruh karyawan D’Kambodja.
Usai upacara, Anne menjelaskan bahwa upacara bendera dengan melibatkan siswa difabel di yayasan miliknya itu sudah yang ke-12 kalinya digelar setiap peringatan kemerdekaan RI pada 17 Agustus.
"Yayasan Anne Avantie ini sudah berdiri 25 tahun. Hari ini hari bersejarah bagi anak-anak kami, sekolah kami, namanya Bina Bunda Sekolah Talenta Anak Berkemampuan Khusus ini sudah berdiri cukup lama. Dan ini bukti mereka bisa," katanya.
Diakuinya, dirinya awalnya sempat ragu, namun percaya bahwa mereka bisa dan akhirnya mereka membuktikan bahwa mereka bisa melakukan seperti yang orang lain lakukan meski dalam keterbatasan.
Dengan memberikan kesempatan anak-anak disabilitas menjadi petugas upacara, kata dia, kepercayaan diri siswa difabel akan tumbuh semakin besar.
Baca Juga: Anak Muda Semarang Tuntut Janji Nyata, Bukan Sekedar Komoditas Politik!
Bagi Anne, mendirikan sekolah bagi anak berkebutuhan khusus adalah sebuah panggilan hidup dan masih banyak tugas besar menanti untuk bisa berbuat lebih banyak lagi.
"Mereka ini sekolah rutin ya. Ada hari tertentu itu pelajaran bagi tuna rungu, tuli dengan 'handycraft', main musik, dan talenta mereka selalu dibina selama belasan tahun. Jadi, mereka tidak demam panggung. Bahkan, ibunya kami libatkan jadi karyawan di perusahaan kami," katanya
Sementara itu, Bintang, salah satu murid Bina Bunda yang bertugas sebagai pembaca doa mengaku senang dipercaya sebagai petugas upacara meski awalnya sempat kesulitan dalam menghafal naskah doa.
"Latihannya dua kali. Harus tenang tidak boleh cepat-cepat bacanya, agak deg-degan tadi," katanya. [ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
Terkini
-
Bukan Sekadar Bantuan, BRI Ungkap Strategi Jitu Perkuat Ekonomi Desa Lewat Program Desa BRILiaN
-
KPK Geledah Rumah Dinas dan Kantor Bupati Pati Sudewo, Kasus Korupsi Makin Terkuak!
-
Banjir Landa Pantura Pati-Juwana: Hindari Kemacetan dengan Jalur Alternatif Ini!
-
Waspada! Semarang Diguyur Hujan Seharian, BMKG Prediksi Dampak Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Januari
-
Mengenal Rumus Segitiga Sembarang dan Cara Menghitung Luasnya