"Masa kampanye menjadi yang paling krusial untuk melihat siapa dari dua paslon ini yang memiliki kans terbesar untuk menang," katanya.
Dia pun mengomentari keputusan PDIP untuk mengusung Jendral (Purn) TNI bintang empat ini. Menurutnya, PDIP membuat keputusan yang realistis melihat dinamika di eksternal partai.
"PDIP memang harus realistis melihat dinamika ekternal kompetitor. Lawannya, kan, mantan Kapolda Jateng, ini menjadikan PDIP menempatkan mantan Panglima TNI untuk mengimbangi," jelasnya.
Dia menyebut jaringan yang bisa mengimbangi purnawirawan Polri adalah purnawirawan TNI. Meski Andika bukan kader PDIP, tetapi telah melalui proses pengkaderan selama 2 tahun secara tidak langsung, pasca dia pensiun.
"PDIP tidak bisa dengan mudah menempatkan kader untuk maju di sini meski memiliki banyak stok. Partai ini harus melihat dinamika eksternal, sehingga dipilihlah Andika Perkasa," ungkapnya.
Dengan majunya jenderal bintang 3 dan bintang 4 ini, menurut Wahid, Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah yang indeks kerawanannya cukup tinggi dalam Pilkada dibandingkan provinsi lain.
Dia menyebut potensi politisasi dan mobilisasi alat negara, baik TNI maupun Polri sangat mungkin dilakukan.
"Kalau itu terjadi, ini nanti akan muncul kekhawatiran konflik atau ketegangan paling tidak di antara dua institusi ini," jelasnya.
Wahid berharap, dengan potensi kerawanan yang ada, TNI-Polri bisa netral pada Pilkada Serentak 2024.
Baca Juga: Diisukan akan Maju di Pilkada Jakarta, Ini Komentar Hendrar Prihadi
"Jika menimbang siapa yang akan menang, saat ini tampaknya belum bisa," tutupnya.
Antar-Bacagub Jateng Saling Menilai
Bacagub Jateng Andika Perkasa mengakui bahwa lawan politiknya begitu kuat. Pasangan Luthfi-Yasin mengantongi suara sah 13,7 juta untuk bertarung di Pilkada Jateng 2024, sementara pihaknya hanya 5,2 juta suara.
"Jelas mereka sangat kuat, mereka juga menunjukkan kekuatan politik. Namun, kami menerima tugas dari partai sama halnya dengan Mas Luthfi," ungkapnya saat konferensi pers seusai pendaftaran di KPU Jateng, Selasa (27/8).
Andika mengaku sudah mengenal Ahmad Luthfi sejak 2014. Menurutnya, sosok mantan Kapolda Jateng itu merupakan pribadi yang baik, berkualitas, dan punya pengetahuan yang dalam tentang Jawa Tengah.
"Yang jelas masyarakat Jawa Tengah akan diuntungkan dengan adanya beberapa calon ini sehingga masyarakat bisa menentukan pilihannya sesuai dengan hati nurani," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
Terkini
-
5 Modus Korupsi Bupati Pati Sudewo, Peras Kades Demi Jabatan Perangkat Desa
-
Bukan LCGC! Ini 3 MPV Bekas Rp80 Jutaan Paling Nyaman dan Irit BBM, Dijamin Senyap di Tol
-
Usai OTT Bupati Sudewo, Pelayanan Publik di Kabupaten Pati Dipastikan Kondusif
-
Kunci Jawaban Matematika Kelas 4 Halaman 132: Panduan Belajar Efektif
-
Peringati HUT Ke-12, Semen Gresik Gelar SG Fun Run & Fun Walk di Area Greenbelt Pabrik Rembang