SuaraJawaTengah.id - Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menyoroti meningkatnya kasus kenakalan remaja yang memicu kekhawatiran, mulai dari tawuran hingga tindak kriminalitas yang melibatkan sekelompok remaja "gangster" beberapa waktu terakhir.
Insiden penyerangan yang menewaskan seorang mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menjadi puncak kekhawatiran akan perilaku destruktif generasi muda di kota ini.
Ita, sapaan akrab Wali Kota, menekankan bahwa peristiwa tersebut adalah alarm serius bagi semua pihak, khususnya dalam memberikan bimbingan dan pendampingan kepada remaja.
"Generasi muda adalah masa depan kota ini. Mereka seharusnya menjadi pelopor pembangunan, bukan pelaku tindakan yang justru merugikan diri sendiri dan lingkungan," ungkapnya, Senin (23/9/2024).
Menurut Ita, pengaruh lingkungan dan teknologi seperti media sosial menjadi faktor yang mempercepat penyebaran perilaku negatif di kalangan remaja. Tawuran dan aksi kekerasan sering kali dipicu oleh provokasi online yang kemudian diikuti tindakan di dunia nyata.
Oleh karena itu, edukasi tentang penggunaan media sosial yang bijak harus menjadi prioritas bagi seluruh pihak.
Selain peran orang tua, Ita menekankan bahwa masyarakat luas juga harus aktif berperan dalam mengarahkan anak-anak agar tidak terjerumus dalam kenakalan remaja.
"Ini bukan hanya tanggung jawab orang tua, tapi seluruh unsur masyarakat harus terlibat," tegasnya.
Untuk meminimalisir kenakalan remaja, Pemkot Semarang mendorong pemanfaatan teknologi melalui aplikasi Polisi Hebat Semarang (Libas) serta penguatan pengawasan dengan jaringan CCTV. Teknologi ini diharapkan dapat menjadi sarana deteksi dini dan pencegahan aksi kenakalan remaja.
Baca Juga: Kasino Berkedok Tempat Hiburan di Semarang Digerebek Polisi
"Dengan pemanfaatan teknologi, pengawasan dan pelaporan bisa dilakukan lebih efektif, sehingga potensi kenakalan remaja bisa dicegah lebih awal," ujar Ita.
Wali Kota Ita juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan memastikan para remaja mendapatkan bimbingan yang tepat agar tidak terjebak dalam perilaku yang merusak masa depan mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
6 Fakta Pembubaran Kegiatan Pemuda Ahmadiyah
-
Polisi Bubarkan Perkemahan Pemuda Ahmadiyah, Jubir JAI: Itu Cuma Camping Anak-Anak dan Olahraga
-
Musim Kemarau Sudah Dekat, BMKG Beri Peringatan Hujan Masih akan Mengguyur Wilayah Jateng
-
Apresiasi Ombudsman Jateng, YPAI biMBA AIUEO: Keadilan untuk Rumah Baca Purbalingga Terwujud
-
Predator Dana Hari Tua: Eks Pegawai Bank Tipu 60 Pensiunan di Purwokerto Lewat Investasi Bodong