Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Selasa, 24 September 2024 | 12:40 WIB
Foto terakhir ketika PIERRE ANDREAS TENDEAN menghadiri pernikahan adiknya, Rooswidiati Tendean, awal bulan Juli 1965 di Semarang atau dua bulan sebelum tragedi G30S/PKI terjadi. Dari kiri ke kanan: Pierre, Rooswidiati, Maria Elizabeth Cornet ibunda Pierre dan AL Tendean, ayah Pierre. [FB/Dok. Johanes Christiono]

Di tengah kesibukannya bertugas sebagai ajudan Jenderal AH Nasution, Pierre tetap menyempatkan diri untuk menemui Rukmini. Keduanya sempat berlibur bersama ke Lembang, Bandung, menciptakan kenangan manis di tengah tugas negara yang diemban Pierre.

5. Gugur Sebagai Pahlawan, Meninggalkan Duka Mendalam

Pada 1 Oktober 1965, Pierre Tendean gugur di Lubang Buaya, Jakarta Timur, setelah sebelumnya disiksa oleh PKI. Kematiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan tentu saja, Rukmini.

Kisah cinta Pierre Tendean menjadi bukti bahwa di balik seragam militer, tersimpan hati yang lembut dan penuh kasih sayang. Pengorbanannya bagi bangsa dan negaranya, serta kesetiaannya pada cinta, menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia.

Baca Juga: Kisah Kaum Beku Peristiwa 1965 di Magelang, Dihukum Berendam di Parit Tengah Malam

Kontributor : Dinar Oktarini

Load More