SuaraJawaTengah.id - Relawan Penggerak Desa di Kota Semarang berkomitmen penuh untuk meningkatkan elektabilitas pasangan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2024. Konsolidasi intensif dan teknis lapangan (teklap) digelar pada Minggu, 13 Oktober 2024, di Semarang, sebagai upaya memperkuat jaringan dan memastikan kemenangan di wilayah yang dikenal sebagai "kandang banteng" ini.
Ketua Umum Relawan Penggerak Desa, Akmal Arravi, menyatakan bahwa fokus utama gerakan ini adalah memperkuat basis massa di 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah, termasuk Semarang yang merupakan wilayah strategis. Relawan akan menyusuri setiap lapisan masyarakat, mulai dari tingkat RT, RW, hingga desa, untuk mendengar aspirasi warga dan memobilisasi dukungan suara bagi pasangan Luthfi-Taj Yasin.
"Kami tidak hanya bergerak untuk menggalang suara, tetapi juga mendengarkan harapan masyarakat secara langsung. Ini adalah gerakan akar rumput yang melibatkan semua generasi, dari Gen Z, milenial, hingga generasi yang lebih tua," ungkap Akmal.
Namun, tantangan terbesar bagi pasangan Luthfi-Taj Yasin diungkapkan dalam diskusi yang juga menghadirkan Joko Kanigoro dari Kanigoro Network.
Hasil survei yang dilakukan pada 1-6 September 2024 menunjukkan bahwa elektabilitas pasangan ini masih tertinggal di kalangan pemilih muda, khususnya Gen Z dan milenial.
Saat ini, mereka mendapatkan 43,8 persen suara dari segmen ini, sedangkan pasangan rival, Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi, unggul dengan 56,2 persen.
Joko menjelaskan bahwa Andika Perkasa lebih dikenal sebagai tokoh nasional di kalangan anak muda, namun efek kejut ini berpotensi stagnan jika tidak dikelola dengan baik. Sementara itu, Luthfi dan Taj Yasin masih memiliki peluang besar untuk mempersempit selisih suara, terutama dengan mengoptimalkan relawan muda.
"Pemilih muda menjadi kunci karena mereka mencakup 53 persen dari total pemilih. Jika pasangan Luthfi-Taj Yasin mampu memaksimalkan isu-isu yang relevan dengan kaum muda, maka mereka bisa mengejar ketertinggalan dan bahkan unggul di kontestasi ini," tambah Joko.
Semarang sebagai kota dengan populasi pemilih muda yang signifikan menjadi medan krusial bagi pasangan Luthfi-Taj Yasin. Dukungan dari partai besar dan relawan di akar rumput diyakini mampu memberikan dorongan elektabilitas yang diperlukan untuk memenangkan pertarungan di Jawa Tengah, yang selama ini dikenal sebagai basis kuat PDI Perjuangan.
Baca Juga: Ngopi Bareng Ahmad Luthfi-Taj Yasin, Cara Tim Pemenangan Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Jateng
"Kemenangan di Semarang dan wilayah sekitarnya akan sangat menentukan, dan ini bisa menjadi titik balik yang membuat pasangan Luthfi-Taj Yasin unggul dalam Pilgub Jawa Tengah," tutup Joko.
Dengan sisa 46 hari menuju pemilihan, gerakan relawan semakin solid dan akan terus memperluas jangkauan, terutama di kantong-kantong pemilih muda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
-
7 Rekomendasi HP Baterai Jumbo Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Aman untuk Gaming
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
Terkini
-
OTT Bupati Sudewo, Gerindra Jateng Dukung Penuh Penegakan Hukum dari KPK
-
Gebrakan Awal Tahun, Saloka Theme Park Gelar Saloka Mencari Musik Kolaborasi dengan Eross Candra
-
Deretan Kontroversi Kebijakan Bupati Pati Sudewo Sebelum Berakhir di Tangan KPK
-
OTT KPK di Pati: 6 Fakta Dugaan Jual Beli Jabatan yang Sudah Lama Dibisikkan Warga
-
7 Kontroversi Bupati Pati Sudewo Sebelum Kena OTT KPK, Pernah Picu Amarah Warga