Muslih, salah seorang jemaah asal Banyubiru, Dukun, mendukung program masjid yang menerima tamu untuk menginap. “Masjid memang harus terbuka 24 jam. Kalau belum buka 24 jam, berarti saya ngaji bukan di masjid yang sebenarnya.”
Menurut Muslih, masjid yang memberikan layanan penuh menjadi motivasi bagi jemaah untuk lebih aktif. “Ada makan gratis, pembagian sayuran, insyallah jemaah akan lebih aktif.”
Sayuran Gratis dan Antar Jemput Lansia
Layanan masjid Khoiru Ummah dirintis dari program sedekah sayuran sekitar tahun 2021. Takmir belajar cara mengelola masjid dari ustaz Luqmanulhakim, pendiri sekaligus pengasuh Pondok Masjid Munzalan Mubarakan Ashabul Yamin, Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Saat itu takmir masjid membagikan sayuran gratis kepada sekitar 20 jemaah yang hadir pada kajian Senin pagi. Sedekah sayuran kemudian menarik minat para pedagang Pasar Muntilan untuk ikut menyumbang.
Sekitar 60 orang pedagang Pasar Muntilan sekarang menyedekahkan sayuran senilai Rp500 ribu hingga Rp1 juta setiap hari. Selain dibagikan kepada jemaah, sayuran juga disalurkan ke musala Darussallam di Dusun Jumbleng, masjid Nurul Huda di Dusun Bandongan, dan masjid Al Ahfan, di Kecamatan Borobudur.
Jika masih mencukupi, sedekah sayuran dikirim ke beberapa masjid dan musala di Kecamatan Pakis hingga Kabupaten Boyolali.
“Kita sebagai pengelola masjid harus hadir untuk umat. Hari ini masjid kehilangan pengasuhan. Adanya hanya imam shalat, bukan imam masjid. Adanya takmir, bukan pengasuh jemaah.”
Pengurus masjid Khoiru Ummah kata Bangun, tidak menimbun kas infak dari jemaah. Semua hasil infak langsung disalurkan dalam bentuk sedekah atau pelayanan.
Baca Juga: Formasi Seleksi CPNS Pemerintah Kota Magelang Tahun 2024
Sebagian infak kembali kepada jemaah dalam bentuk sedekah sayuran, makan gratis setiap selesai pengajian Senin dan Ahad pagi, atau buka puasa sunah bersama setiap Kamis sore.
Dari jemaah yang hadir pada pengajian Senin pagi, rata-rata terkumpul infak Rp3 juta. Sebagian dipakai untuk doorprize dan antar jemput jemaah.
Pengurus masjid Khoiru Ummah menyediakan angkutan antar-jemput jemaah untuk menghadiri pengajian. Mereka rata-rata berusia lanjut 60-70 tahun.
Bangun meyakini jika jemaah merasakan manfaat dari sedekah dalam jumlah kecil, mereka tidak ragu untuk berinfak dalam jumlah besar.
“Banyak takmir itu mindset-nya seperti pentil ban. Kalau sudah masuk (sedekah) tidak bisa keluar, kecuali sampai meletus. Sementera kami, infak yang terkumpul langsung dihabiskan dalam bentuk servis.”
Pengurus masjid Khoiru Ummah saat ini mengelola infak serba Rp10 ribu. Jemaah bisa memilih beberapa jenis infak hanya dengan mengeluarkan uang yang jumlahnya terjangkau.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran
-
Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet
-
Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman
-
Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM
-
Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah