SuaraJawaTengah.id - PSIS Semarang resmi melepas dua pemain asing, Fernandinho dan Taufee Skandari, usai evaluasi performa selama putaran pertama BRI Liga 1 2024/25. Keputusan ini diambil berdasarkan kesepakatan bersama antara manajemen klub dan kedua pemain.
"Terima kasih atas dedikasi dan kerja keras mereka selama setengah musim bersama PSIS. Kami berharap Fernandinho dan Taufee sukses dalam perjalanan karir berikutnya," ujar manajer pelatih PSIS, Gilbert Agius, pada Kamis (19/12/2024).
Keputusan melepas dua pemain ini dilakukan saat bursa transfer paruh musim resmi dibuka. PSIS Semarang kini fokus melakukan pembenahan skuad untuk menghadapi putaran kedua kompetisi.
Salah satu langkah strategis adalah mendatangkan striker asing, Gustavo Souza, yang dijadwalkan mulai memperkuat PSIS pada putaran kedua sesuai pengumuman PT Liga Indonesia Baru (PT LIB).
Pelepasan Fernandinho dan Taufee menandai langkah PSIS untuk merombak tim dan meningkatkan performa di sisa musim. Manajemen berharap perubahan ini dapat memberikan hasil yang lebih maksimal di putaran kedua.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
BRI DPLK: Cara Buka Dana Pensiun dan Aktifkan Autopayment di BRImo
-
Polisi Libatkan Densus 88 dan Jatanras Usut Pembakaran Warung Mi dan Babi di Sukoharjo
-
Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu
-
20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI
-
UU Ketenagakerjaan Dikejar Deadline, Akademisi Soroti Minimnya Riset Empiris