Subandi dan istrinya diminta menyediakan mainan seperti bola dengan warna beragam dan ada cahaya. Suasana rumah juga harus terang. "Meski pengelihatan terbatas, tapi harus terang. Untuk merangsang syarafnya. Nanti akan diberi obat juga. Jangan menyerah, harus terus berusaha semaksimalnya," katanya lagi.
Meski nanti tidak bisa melihat sebagaimana mata normal, namun bocah yang bercita-cita jadi pemain hadrah ini bisa mandiri dalam beraktivitas.
Subandi dan istri merasa lega dengan penjelasan dokter. Keduanya bertekad untuk melaksanakan saran dokter, mulai dari pemeriksaan rutin, terapi dan pengobatan.
"Alhamdulillah, kini tahu kondisi mata anak secara detil. Ya, kami akan menerapinya," kata pria yang bekerja sebagai kuli bangunan dan buruh tani ini.
Subandi juga terang-terangan mengucapkan terima kasih pada Ahmad Luthfi yang memfasilitasi dan membiayai pengobatan. Ia kemudian turut mendoakan yang terbaik bagi pemenang Pilgub Jateng 2024 tersebut.
"Kami terima kasih ke Pak Ahmd Luthfi sekeluarga. Semoga amal baiknya dibalas dengan kebaikan," ujar Subandi warga Warga RT 3 RW 3 Dukuh Kalirejo, Desa Turirejo, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora.
Sebelumnya, pertemuan Ahmad Luthfi dan Subandi beserta anaknya adalah momen tak sengaja.
Cerita itu bermula saat Subandi mendengar rencana kedatangan Presiden ke-7 RI Jokowi dan Cagub Ahmad Luthfi serta Cawagub Taj Yasin Maimoen ke Blora pada pertengahan November 2024 lalu. Ia bersama istri dan Ahmad Muhajir naik sepeda motor menuju pusat kota Blora. Mereka bertemu di sebuah warung satai.
Semula ia dan keluarganya hanya menonton, sampai tiba-tiba Jokowi memerintahkan semua anak masuk warung dan ikut makan satai, termasuk Muhajir. Beberapa menit kemudian, Subandi dipanggil ikut masuk. Ia adalah satu-satunya orang tua yang masuk di ruangan sempit itu.
Baca Juga: Kemenangan Luthfi-Yasin di Pilgub Jateng: Analisis Faktor Dominan dan Dinamika Politik ke Depan
Ternyata Cagub Ahmad Luthfi menawarkan pengobatan usai berbincang dan mengetahui kondisi Ahmad Muhajir. Subandi sumringah. Ia sama sekali tak mengira ada tawaran itu hingga ia menyebut sebagai rezeki dari Allah.
Sebelum berobat di RS Mata di Kota Semarang, oleh Ahmad Luthfi, Muhajir telah diminta terlebih dahulu periksa di RSUD Blora.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Di Tengah Tekanan Global, Mal Baru Bermunculan di Jateng
-
Jangan Tunggu Hutan Terbakar, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Siaga Karhutla Hadapi El Nino
-
Saat Hujan Turun, Siswa SMAN 1 Cepu Terpaksa Geser Meja di Tengah Pelajaran Akibat Atap Bocor
-
Dendam Lama Berujung Teror, Eks Napi Bakar Dua Rumah di Demak dalam Semalam
-
BRI Gelar Buyback Fluktuatif Rp500 Miliar, Optimistis Fundamental Tetap Kuat