SuaraJawaTengah.id - Menjelang pergantian tahun menuju 2025, perayaan Tahun Baru Masehi kembali menjadi topik yang hangat diperbincangkan. Sebagian masyarakat merayakannya dengan gegap gempita, sementara yang lain memilih untuk merenung dan berintrospeksi.
Dalam perspektif Islam, muncul pertanyaan tentang bagaimana semestinya umat Muslim menyikapi momen ini. Salah satu ulama terkemuka, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha, kerap memberikan pandangan yang bijak terkait isu-isu semacam ini, termasuk perayaan Tahun Baru. Pandangan beliau sering menjadi acuan karena mengedepankan sikap moderat tanpa meninggalkan prinsip-prinsip syariat.
Hukum Merayakan Tahun Baru
Gus Baha menjelaskan bahwa perhitungan kalender Masehi didasarkan pada peredaran matahari (syamsiyah), sementara kalender Hijriah didasarkan pada peredaran bulan (qamariyah). Beliau menegaskan bahwa perhitungan waktu, baik berdasarkan matahari maupun bulan, tidak memiliki implikasi langsung terhadap hukum perayaan dalam Islam.
Menurut Gus Baha, Islam tidak secara spesifik melarang atau mewajibkan perayaan Tahun Baru Masehi. Namun, beliau mengingatkan agar umat Islam tidak terjebak dalam perilaku yang melanggar syariat selama perayaan tersebut, seperti perbuatan maksiat atau pemborosan. Beliau mendorong agar momen pergantian tahun dijadikan sebagai introspeksi diri dan meningkatkan amal ibadah.
"Kalau orang merayakan Tahun Baru dengan cara yang tidak melanggar syariat, seperti berkumpul dengan keluarga, introspeksi, atau memperbanyak doa dan zikir, itu tidak masalah. Justru itu bisa menjadi momen untuk memperbaiki diri dan memulai tahun dengan niat yang baik,” ujar Gus Baha.
Amalan yang Dianjurkan pada Malam Tahun Baru
Gus Baha menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak amalan baik pada malam pergantian tahun, seperti berdoa, berdzikir, dan memohon ampunan kepada Allah. Beliau menyebutkan bahwa awal dan akhir tahun adalah waktu yang baik untuk memohon pengampunan dosa yang lalu dan yang akan datang.
Secara keseluruhan, Gus Baha menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai Islam dalam setiap perayaan dan menjadikan momen pergantian tahun sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Baca Juga: Gus Baha Tak Pernah Mau Jadi Imam Salat Tarawih, Ternyata Ini Alasannya
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Fakta Baru Kecurangan UTBK di Undip, Polisi Sebut Peserta Diduga Jadi Korban Penipuan
-
Pelindo Terminal Peti Kemas Tunjukkan Kinerja Positif di Tengah Gejolak Global
-
Tragedi Kecelakaan Maut di Jogja: Pemotor Tak Berhelm Tabrak Nenek 80 Tahun hingga Tewas
-
Peserta UTBK Undip Berdalih Tak Paham Alat Dengar di Telinga, Polisi Beri Pembinaan
-
Ngeri! 5 Fakta Remaja Dibakar Paman di Semarang, Pemicunya Cuma Perkara Mandi