Sementara itu, ahli bahasa dari Universitas Negeri Yogyakarta, Zamzani, meyakini bahwa istilah Lebaran berasal dari bahasa Jawa, di mana "lebar" memiliki arti selesai. Hal ini sejalan dengan konsep perayaan Idul Fitri yang menandai selesainya kewajiban puasa Ramadhan.
Dalam budaya Jawa, perayaan Lebaran juga sering dikaitkan dengan konsep "kupat lebaran," di mana masyarakat menyajikan ketupat sebagai simbol pengampunan dosa dan penyucian diri. Tradisi ini semakin memperkuat keterkaitan istilah "Lebaran" dengan budaya lokal yang sudah mengakar kuat di Indonesia.
4. Dari Berbagai Bahasa Daerah
Beberapa bahasa daerah di Indonesia juga memiliki kata dengan pelafalan mirip dan makna yang hampir serupa. Misalnya, dalam bahasa Sunda, "lebar" berarti melimpah, sedangkan dalam bahasa Madura, "lober" bermakna tuntas.
Ada teori yang menyebut bahwa tradisi perayaan Lebaran sudah ada sejak abad ke-15, diperkenalkan oleh Sunan Bonang, salah satu anggota Wali Songo.
Selain itu, dalam budaya masyarakat Jawa dan Sunda, perayaan ini juga dikaitkan dengan berbagai tradisi turun-temurun, seperti ngabuburit, nyadran, dan halal bihalal. Semua ini menunjukkan bahwa istilah "Lebaran" tidak hanya berkaitan dengan aspek religius, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya masyarakat Indonesia.
5. Istilah Lokal yang Berakar Kuat
Dari berbagai teori yang berkembang, Pusat Bahasa memastikan bahwa kata "Lebaran" adalah bagian dari bahasa lokal, bukan serapan dari bahasa asing. Istilah ini telah digunakan secara luas untuk menamai perayaan hari besar Islam di Indonesia, mencerminkan perpaduan antara ajaran agama dan budaya setempat.
Meskipun di berbagai negara lain, perayaan Idul Fitri lebih dikenal dengan istilah Eid al-Fitr, masyarakat Indonesia tetap mempertahankan istilah Lebaran sebagai identitas tersendiri. Tradisi yang menyertainya, seperti mudik, halal bihalal, dan bagi-bagi angpao atau THR, semakin memperkuat eksklusivitas istilah ini di Indonesia.
Baca Juga: Arus Mudik di Jateng Mulai Meningkat, Pemudik Diimbau Waspadai Cuaca
Dengan berbagai versi asal usul ini, istilah "Lebaran" tetap menjadi bagian dari identitas budaya Islam di Indonesia yang diwariskan secara turun-temurun.
Terlepas dari asal katanya, Lebaran bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga momentum bagi masyarakat untuk saling memaafkan, mempererat tali silaturahmi, serta berbagi kebahagiaan dengan sesama.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
-
Tim Gabungan Sita 2.188 Batang Rokok Ilegal di Wonosobo
-
Misi Promosi Liga 1 Dimulai! Kendal Tornado FC Bidik 3 Poin di Surabaya