SuaraJawaTengah.id - Derap langkah siswa SDN 02 Purwokerto Wetan pagi ini terasa berbeda. Di balik semangat menyambut Hari Pendidikan Nasional, mereka menerima kabar yang selama ini hanya jadi harapan: sekolah mereka akan diperbaiki.
Namun revitalisasi ini bukan sekadar pembenahan bangunan fisik. Ia menjadi bagian dari strategi besar membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Seperti Embun (11), siswi kelas lima yang selama ini belajar di tengah kekhawatiran. Hujan deras dan angin kencang sering membuatnya pindah duduk mendekati pintu, khawatir atap bocor menimpa kepala.
“Kalau hujan deras, saya suka pindah duduk ke dekat pintu. Takut atapnya bocor kena kepala,” ujarnya pada Jumat 2 Mei 2025.
Cerita Embun adalah potret nyata krisis infrastruktur pendidikan yang dihadapi banyak anak di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, hanya 40,76 persen ruang kelas SD yang dalam kondisi baik.
Selebihnya memprihatinkan, menjadi tantangan nyata bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pendidikan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Merespons tantangan ini, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) keempat yang berfokus pada revitalisasi sarana-prasarana pendidikan (PSPP) dan digitalisasi pembelajaran.
Dalam pidatonya di SDN Cimahar 5 Bogor pada 1 Mei 2025, Presiden menyatakan pentingnya kecepatan dalam pembenahan sektor pendidikan.
“Kita harus memperbaiki sebanyak-banyaknya sekolah di seluruh Indonesia dalam waktu secepat-cepatnya,” ujar Presiden.
Baca Juga: Meriahkan Hardiknas 2025! Klaim Saldo DANA Kaget Sekarang, Saatnya Berbagi Semangat Belajar!
Pemerintah pun mengalokasikan anggaran sebesar Rp17,1 triliun untuk membenahi 10.440 sekolah secara bertahap. PSPP tak sekadar membangun ruang kelas baru, tetapi menciptakan ruang aman dan nyaman untuk tumbuh kembang anak-anak Indonesia.
Hariqo Satria, Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan, menekankan bahwa pendidikan yang bermutu hanya bisa terjadi jika siswa merasa aman saat belajar.
“Indonesia Emas 2045 dicapai lewat proses belajar yang aman dan nyaman. Berharap prestasi banyak terukir dalam situasi ketakutan adalah hal yang mustahil,” ujar Hariqo saat meninjau SDN 02 Purwokerto Wetan.
Widyaprada Ahli Utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jumeri, menjelaskan PSPP tahap satu dimulai dari Kabupaten Banyumas dengan dua SD sebagai pilot project.
Salah satunya adalah SDN 02 Purwokerto Wetan, sekolah yang telah berdiri sejak 1980-an dan mengalami kerusakan parah: atap berlubang, ventilasi berkarat, dan plafon lapuk.
Meski proses revitalisasi memakan waktu, Kepala Sekolah SDN 2 Purwokerto Wetan, Suryani, memastikan kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan. Ia bekerja sama dengan SD Negeri 1 Banyumas untuk meminjam sembilan ruang kelas selama empat bulan ke depan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Jawa Tengah Garap Potensi Desa: Kunci Pembangunan Nasional dan Indonesia Emas
-
Syafiq Ali Pendaki Hilang di Gunung Slamet Ditemukan Tewas, akan Dimakamkan Disebelah Pusara Nenek
-
Menguak Warisan Kekayaan Mohammad Reza Pahlavi: Dari Minyak hingga Kerajaan Bisnis Global
-
10 Fakta Gunung Slamet yang Mengerikan, Penyebab Pendaki Syafiq Ridhan Ali Razan Hilang Misterius
-
Fakta-fakta Mengejutkan Reza Pahlavi, Sosok yang Ingin Gulingkan Rezim Iran