SuaraJawaTengah.id - Di tengah rutinitas kerja yang padat, para pegawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Slawi menunjukkan bahwa kepedulian sosial bukan hanya wacana, melainkan aksi nyata yang dilakukan secara konsisten.
Melalui program Bapekis Scholarship, mereka membuka harapan baru bagi anak-anak yatim dan piatu yang berprestasi, khususnya di jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Program beasiswa ini adalah bagian dari kegiatan sosial yang rutin dilaksanakan setiap bulan, dan istimewanya, seluruh dananya berasal dari sedekah para pekerja BRI Slawi sendiri.
Setiap hari Jumat, para pegawai dengan sukarela melakukan donasi melalui sistem QRIS ke rekening Bapekis atau organisasi internal karyawan BRI yang menaungi berbagai kegiatan sosial.
Arlin Suryani, Pemimpin Cabang BRI Slawi, menjelaskan bahwa Bapekis Scholarship bukan sekadar pemberian bantuan materi, melainkan upaya membangun masa depan anak-anak yang kehilangan orang tua namun tetap menunjukkan semangat belajar yang tinggi.
"Tujuan kegiatan ini adalah memberikan bantuan biaya pendidikan bagi siswa yatim berprestasi di jenjang SD dan SMP. Harapannya, bantuan ini bisa memberikan manfaat nyata bagi masa depan mereka," ujar Arlin Suryani dikutip dari keterangan tertulis pada Kamis 8 Mei 2025.
Dalam tiga bulan terakhir, program beasiswa ini telah memberikan santunan senilai total Rp8.400.000 kepada 16 anak yatim dan piatu. Bantuan tersebut diharapkan bisa meringankan beban kebutuhan untuk sekolah.
Bantuan ini menjadi simbol bahwa kebaikan yang dilakukan bersama, walau kecil secara individu, bisa menjadi besar dan bermakna ketika dikumpulkan.
Tidak hanya melalui beasiswa, kepedulian pegawai BRI Slawi juga diwujudkan dalam bentuk santunan rutin kepada anak-anak yatim yang telah berjalan hampir dua tahun.
Baca Juga: BRImo FSTVL 2024: BRI Umumkan Penerima Hadiah Mobil BMW dan Emas, Tabungan Nasabah Tumbuh Pesat
Setiap bulannya, sebanyak 50 anak mendapatkan bingkisan dan uang saku. Santunan ini juga sepenuhnya dibiayai dari sedekah Jumat para pekerja.
“Untuk santunan rutin ini, semua pegawai terlibat. Tidak ada kewajiban, tapi justru dari keikhlasan mereka setiap Jumat menyisihkan rezeki. Ini sudah jadi budaya di lingkungan kerja kami,” tambah Arlin.
Keunikan dari kegiatan ini adalah tidak adanya pemaksaan atau potongan gaji. Semua murni berasal dari rasa empati dan kesadaran sosial para pegawai.
Mereka memahami bahwa keberadaan mereka sebagai bagian dari lembaga keuangan tidak hanya berurusan dengan angka, melainkan juga dengan nilai-nilai kemanusiaan.
Program ini juga memberikan dampak positif bagi para pegawai. Selain mempererat ikatan antarpegawai, kegiatan ini menjadi sarana spiritual dan emosional yang memperkaya nilai-nilai kemanusiaan di tengah tekanan dunia kerja.
Semangat berbagi yang konsisten ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi lembaga-lembaga lain, baik swasta maupun pemerintah, untuk memulai langkah kecil menuju perubahan besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 4 Mobil Keluarga Bekas 50 Jutaan: Mesin Awet, Cocok Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
Pilihan
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
Terkini
-
7 Fakta Hasil Visum Syafiq Ali, Ungkap Perkiraan Waktu Kematian dan Kondisi Luka
-
Gebrakan Awal 2026: Ribuan Talenta Sepak Bola Putri Unjuk Gigi di MLSC Semarang
-
BNPB Siapkan Amunisi Tambahan, Pesawat Modifikasi Cuaca Siap Serbu Langit Jateng
-
Tutorial Cara Menggunakan Aplikasi Cek Bansos Resmi Pemerintah
-
Kenapa Snaptik Populer sebagai TikTok Downloader? Ini Alasannya