Dalam penjelasan lanjutan, UAS mengingatkan bahwa gambaran tentang akhirat bukanlah sesuatu yang bisa dipahami sepenuhnya oleh nalar manusia.
Mengutip sabda Nabi Muhammad SAW, beliau menyatakan bahwa apa yang akan dialami manusia di akhirat adalah sesuatu yang “tak pernah dilihat oleh mata, tak pernah didengar oleh telinga, dan tak pernah terlintas di hati manusia.”
Karena itu, semua gambaran tentang akhirat, termasuk soal tunggangan dari hewan kurban, sebaiknya dipahami sebagai bentuk penggambaran simbolik. Bukan berarti tidak benar, tapi kebenarannya tidak bisa dipahami seperti memahami fakta duniawi.
“Dalam perjalanan dunia saja kita tak mau berjalan kaki, apalagi nanti di akhirat,” ujar UAS, menyampaikan analogi yang menyentuh.
Bahwa manusia di dunia selalu mencari kemudahan dan kenyamanan, maka di akhirat pun keinginan serupa akan muncul. Maka, kisah hewan kurban menjadi tunggangan bisa menjadi bentuk simbolis dari kemudahan yang Allah berikan bagi mereka yang ikhlas berkorban.
UAS juga menyampaikan bahwa jangan sampai pemahaman ini malah menjadi sumber perdebatan atau pertentangan antarumat. Karena jika dipaksakan menjadi dalil hukum yang kaku, justru bisa memecah belah.
Ia mengajak umat untuk kembali ke semangat utama dari ibadah kurban, yaitu keikhlasan, kepedulian terhadap sesama, dan ketaatan kepada perintah Allah SWT.
Penjelasan Ustadz Abdul Somad menjadi penyeimbang penting dalam memahami hadis-hadis yang seringkali dibawakan secara literal. Keyakinan bahwa hewan kurban menjadi tunggangan di akhirat, menurutnya, adalah bentuk motivasi agar umat Islam giat berkurban dan tidak pelit dalam beramal.
Namun, kebenaran akhirat bukan untuk dibahas secara teknis dan hitam-putih. Yang lebih penting dari itu semua adalah semangat dan niat di balik ibadah kurban itu sendiri.
Baca Juga: Tradisi Unik di Dieng: Warga Dusun Krajan Kumpulkan Uang Setahun untuk Sembelih Hewan Kurban
Maka, alih-alih memperdebatkan apakah hewan kurban bisa jadi kendaraan atau tidak, marilah kita fokus pada bagaimana menjadikan kurban sebagai bukti cinta dan ketaatan kepada Allah SWT.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Perbanas: Fundamental Perbankan Tetap Solid, Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional
-
BRI Consumer Expo 2026 Permudah Akses Pembiayaan Hunian dan Kendaraan
-
Duh! 5 Tahun Ubah Sawah Jadi Tambak Udang, Pengusaha Batang Jadi Tersangka
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Konflik LSD dengan RTRW Daerah
-
Antisipasi Server Tumbang, Pemprov Jateng Gandeng Alibaba untuk SPMB 2026