Tidak hanya peluncuran bahan bakar, dalam kesempatan itu turut diperkenalkan dua inisiatif lingkungan lainnya dari Pertamina Patra Niaga. Pertama adalah program penukaran minyak jelantah.
Masyarakat dapat menyerahkan minyak goreng bekas pakai ke SPBU dan mendapatkan kompensasi sebesar Rp6 ribu per liter. Minyak jelantah tersebut nantinya akan dikumpulkan dan diolah kembali di fasilitas pengolahan di Cilacap.
Kedua adalah peluncuran mesin pengumpulan sampah botol plastik. Mesin ini memungkinkan masyarakat untuk menukarkan botol plastik bekas dengan hadiah berupa e-wallet atau e-voucher.
Program ini dirancang untuk mengedukasi publik mengenai daur ulang sekaligus memberi insentif nyata atas partisipasi mereka dalam menjaga lingkungan.
"Nanti akan kita perluas di seluruh SPBU yang ada di Jawa Tengah," tambah Mars Ega.
Dengan peluncuran Pertamax Green 95 dan program-program pendukung lainnya, pemerintah dan Pertamina menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan polusi udara.
Transformasi ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol komitmen, tetapi juga mendorong perubahan gaya hidup masyarakat ke arah yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
Terkini
-
3 Fakta Aksi Curang UTBK di Undip: Tanam Logam di Telinga Berakhir di Kantor Polisi
-
Kronologi Aksi curang peserta UTBK di Undip, Ketahuan Metal Detector!
-
Biadab! Cuma Gara-gara Ogah Mandi, Paman di Semarang Nekat Bakar Keponakan Pakai Bensin
-
Miris! Peserta UTBK di Undip Tanam Alat di Telinga, Panitia Sampai Bawa ke Dokter THT
-
Misi Singkat Kas Hartadi: Ditunjuk Jadi Pelatih PSIS Semarang Hanya untuk 2 Laga Krusial!