Lebih jauh, Sarif mengingatkan bahwa penguatan terhadap generasi muda tidak semata-mata terfokus pada peningkatan keterampilan atau keahlian teknis.
Baginya, pembentukan karakter, akal budi, dan etika juga merupakan aspek penting yang tidak boleh diabaikan.
Ia melihat, kombinasi antara skill dan karakter adalah fondasi kuat dalam mencetak generasi penerus yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bijaksana.
“Penguatan tidak melulu masalah skill, atau keterampilan. Namun juga karakter, akal budi, dan etika. Sebab ini juga bagian penting dalam pembangunan negara,” tambahnya.
Sebagai bentuk komitmennya, Sarif berjanji akan terus mendorong pemerintah agar memberikan dukungan lebih pada program-program pendampingan remaja, baik dalam aspek pendidikan keterampilan maupun penguatan karakter.
“Saya juga akan terus mendorong pemerintah untuk melakukan pendampingan. Selain skill juga bagaimana karakter dikuatkan,” tandasnya.
Dengan berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks, Sarif berharap para pelajar tidak ragu mengambil bagian aktif dalam kegiatan organisasi.
Menurutnya, keterlibatan tersebut akan memberi pengalaman yang tidak bisa digantikan oleh pembelajaran di kelas semata.
“Organisasi bukan hanya tempat belajar kepemimpinan, tapi juga tempat memahami diri dan belajar menjadi manusia seutuhnya,” pungkasnya.
Baca Juga: Ada 4 Raperda Baru DPRD Jateng, Pemprov: Kami Siap Bekerja Sama
Berita Terkait
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Semarang Cerah Berawan, Sejumlah Wilayah Jateng Berpotensi Hujan Ringan
-
Divonis 8,5 Tahun Penjara, Sudewo Sebut Ada Intervensi Politik
-
Sudewo Melawan! Tolak Vonis 8,5 Tahun Penjara dan Siapkan Banding
-
Sudewo Divonis 8,5 Tahun Penjara, Ketika Jabatan Publik Berujung Skandal Korupsi
-
Lengkap! Ini Deretan Vonis Menyakitkan yang Diterima Bupati Pati Nonaktif Sudewo