Pantangan ini bukan sekadar larangan fisik, tetapi juga bentuk simbolik bahwa malam itu sebaiknya diisi dengan ketenangan, refleksi, dan introspeksi, bukan aktivitas yang bersifat "memotong" atau "menusuk".
4. Tradisi Sedekah Bumi dan Ritual Spiritual
Selain pantangan, malam 1 Suro juga dipenuhi dengan ritual yang sarat makna. Salah satunya adalah tradisi sedekah bumi yang dilakukan di tempat-tempat suci seperti punden atau makam leluhur.
Masyarakat membawa sesaji berupa makanan, buah-buahan, dan bunga untuk dipersembahkan kepada roh leluhur sebagai bentuk penghormatan dan permohonan keselamatan.
Bagi sebagian komunitas spiritual, malam ini adalah waktu terbaik untuk bertapa, meditasi, atau melakukan ritual ruwatan yakni ritual pembersihan diri dari energi buruk dan kesialan.
Bahkan ada yang sengaja bermalam di tempat wingit (angker) untuk mencari petunjuk gaib atau melakukan tapa brata.
5. Pertanda dan Suara dari Alam Gaib
Salah satu misteri yang paling banyak diceritakan turun-temurun adalah adanya pertanda gaib di malam 1 Suro. Beberapa orang mengaku mendengar suara aneh seperti tangisan bayi, derap kaki kuda, atau suara gamelan yang tidak diketahui asalnya. Suara-suara ini dipercaya sebagai pertanda bahwa makhluk halus sedang berkeliaran atau berkomunikasi.
Ada pula keyakinan bahwa orang-orang yang memiliki kepekaan spiritual tinggi bisa menangkap sinyal dari alam lain—baik dalam bentuk mimpi maupun firasat. Hal-hal ini sering dikaitkan dengan pesan atau peringatan dari leluhur, dan harus ditanggapi dengan hati-hati serta doa.
Baca Juga: Pura Mangkunegaran Siap Gelar Tradisi Budaya Malam 1 Suro
Malam 1 Suro bukan hanya malam yang mistis, tapi juga malam penuh makna dan penghormatan terhadap warisan budaya Jawa. Meskipun sebagian orang menganggap larangan dan kepercayaan ini sebagai mitos, tak dapat dimungkiri bahwa tradisi ini telah membentuk identitas spiritual masyarakat selama berabad-abad.
Apakah Anda percaya atau tidak, malam 1 Suro mengajarkan kita tentang pentingnya hening, intropeksi, dan menghargai dimensi tak kasatmata yang mungkin hadir di sekitar kita.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 7 Sepatu Nike Tanpa Tali yang Praktis dan Super Nyaman untuk Lansia
Pilihan
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
-
Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini
Terkini
-
Apel Siaga Bulan K3 Nasional, Semen Gresik Tegaskan K3 sebagai Budaya dan Prioritas Utama
-
Warga Pati Berpesta: Kembang Api Sambut Tumbangnya Bupati Sudewo
-
7 Fakta Mengejutkan Kasus Korupsi Bupati Pati: Dari Jual Beli Jabatan hingga Suap Proyek Kereta Api
-
Pantura Jateng Siaga Banjir dan Longsor! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat Ekstrem
-
3 MPV Bekas Rp50 Jutaan Tahun 2005 ke Atas: Mewah, Nyaman, dan Kini Gampang Dirawat!