Joko Senawi, salah satu petambak asal Batangan, Pati, menyambut baik kehadiran pabrik garam industri ini. Menurutnya, kini petambak bisa menjual hasil panen dengan lebih mudah dan harga yang stabil.
“Ya senang, harganya tinggi dan stabil, sekitar Rp1.600 per kilogram. Dalam satu musim panas yang berlangsung sekitar enam bulan, saya bisa produksi hingga 130 ton garam dengan kadar NaCl 94%,” ungkapnya.
Hadirnya pabrik garam industri ini menjadi bentuk nyata sinergi antara BUMD, pemerintah, petambak, dan lembaga keuangan seperti BRI dalam mendorong peningkatan produksi dan kualitas garam nasional.
Dukungan dari BRI melalui pembiayaan pengadaan mesin menjadi salah satu kunci penting agar industri garam lokal mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
Terkini
-
3 Fakta Aksi Curang UTBK di Undip: Tanam Logam di Telinga Berakhir di Kantor Polisi
-
Kronologi Aksi curang peserta UTBK di Undip, Ketahuan Metal Detector!
-
Biadab! Cuma Gara-gara Ogah Mandi, Paman di Semarang Nekat Bakar Keponakan Pakai Bensin
-
Miris! Peserta UTBK di Undip Tanam Alat di Telinga, Panitia Sampai Bawa ke Dokter THT
-
Misi Singkat Kas Hartadi: Ditunjuk Jadi Pelatih PSIS Semarang Hanya untuk 2 Laga Krusial!