Joko Senawi, salah satu petambak asal Batangan, Pati, menyambut baik kehadiran pabrik garam industri ini. Menurutnya, kini petambak bisa menjual hasil panen dengan lebih mudah dan harga yang stabil.
“Ya senang, harganya tinggi dan stabil, sekitar Rp1.600 per kilogram. Dalam satu musim panas yang berlangsung sekitar enam bulan, saya bisa produksi hingga 130 ton garam dengan kadar NaCl 94%,” ungkapnya.
Hadirnya pabrik garam industri ini menjadi bentuk nyata sinergi antara BUMD, pemerintah, petambak, dan lembaga keuangan seperti BRI dalam mendorong peningkatan produksi dan kualitas garam nasional.
Dukungan dari BRI melalui pembiayaan pengadaan mesin menjadi salah satu kunci penting agar industri garam lokal mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun
-
Dugaan Tabrak Lari di Bantul, Pengemudi Mobil Ditangkap Warga Usai Hantam Pemotor Hingga Tewas
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan