Ia pun mengapresiasi program “Mageri Segoro” yang digagas oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Taj Yasin yang menargetkan penanaman 1,5 juta mangrove di area 150 hektare sepanjang Pantura Jawa Tengah.
“Program ini bertujuan mengembalikan dan menjaga kesehatan ekosistem pesisir yang rusak akibat abrasi dan perubahan iklim,” ujarnya.
Menurutnya, tanpa melibatkan masyarakat dalam menjaga ekosistem pantai, pembangunan seambisius apapun tidak akan cukup.
Perubahan iklim akan terus berlanjut, dan jika masyarakat hanya menjadi penonton dalam proses adaptasi ini, bukan tidak mungkin pemerintah akan kembali kewalahan di masa mendatang.
Kini, publik dihadapkan pada dua realitas: proyek tanggul laut sebagai solusi jangka pendek-menengah yang ambisius namun belum selesai, dan upaya pelestarian lingkungan yang lebih alami dan partisipatif namun kerap terlupakan. Keduanya tampaknya perlu berjalan beriringan.
Sayung dan wilayah pesisir lainnya di Demak kini menjadi saksi sekaligus bahan refleksi: apakah tanggul laut sungguh-sungguh solusi tunggal, atau hanya bagian dari teka-teki besar yang butuh sinergi kebijakan, pembangunan, dan peran aktif masyarakat?
Jika hanya mengandalkan beton dan proyek raksasa, mungkin rob akan surut sesaat. Tapi tanpa akar kuat dari pelibatan warga dan pelestarian alam, benarkah kita tengah membangun benteng pertahanan atau sekadar menunda kehancuran yang lebih besar?
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Kendal Tornado FC Menangi Laga Perdana, Presiden Klub Ingin Tim Konsisten dan Disiplin
-
Pos Kamling Berubah Jadi Lapak Judi Digital, Enam Orang Diciduk di Kudus
-
18 Tim Sepakbola Putri SD Ramaikan Junior Putri Cup 2026 di Semarang
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026