SuaraJawaTengah.id - Banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, makin parah dalam sepekan terakhir. Bencana terus meluas hingga ke 20 desa di tiga kecamatan pada, Jumat (7/2/2025) siang.
Awalnya, banjir besar mulai melanda 7 Desa di Kabupaten Demak pada 31 Januari 2025. Namun sebetulnya, beberapa desa sudah terendam air hingga dua bulan lebih.
Di Desa Loireng, Kacamatan Sayung, warga mengaku rumahnya sudah kebanjiran sejak awal Desember 2024 dan hingga kini belum surut. Hal yang sama juga terjadi di Desa Sayung, Kecamatan Sayung, dimana banjir telah merendam selama dua bulan.
Sementara di Desa Kalisari, Kecamatan Sayung, genangan air telah mengganggu aktivitas warga sejak medio Januari 2025.
Kondisi tersebut telah memicu gelombang protes terhadap pemerintah yang dinilai tidak tanggap dalam menangani bencana.
Sejumlah kantor Kepala Desa Digeruduk. Ratusan warga membentangkan spanduk mengolok-olok pemdes hingga tuntutan supaya kepala desa mundur dari jabatannya karena gagal menangani bencana.
"Warga butuh kepastian soal penanganan banjir, jangan seperti ini. Kami serba susah, kasihan," kata Sahrini, warga Desa Sayung, ditemui usai demo di Balai Desa Sayung, Selasa (4/2/2025).
Sementara itu, Zainal Arifin warga Desa Loireng, mengharapkan adanya penyedotan dari pemerintah supaya air bisa cepat surut. Dia menyebut, 300 rumah terendam air dengan ketinggian 30-50 cm sejak dua bulan terakhir.
Menurutnya, kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas warga dan banyak anak-anak hingga orang dewasa yang mulai terserang penyakit kulit, demam, dan diare.
Baca Juga: Banjir Rendam Grobogan, BRI Salurkan Bantuan untuk Korban Terdampak
"Tuntutan kami supaya ada penyedotan. Banjir sudah dua bulan lebih sehingga untuk masak saja sulit, semua terendam, motor banyak yang mati mesin. Akses jalan utama bisa, tapi jalan kampung lumpuh," katanya ditemui usai demo warga di Balai Desa Loireng, Minggu (2/2/2025).
Tinjauan SuaraJawaTengah.id, mobilitas warga di Desa Sayung saat ini hanya bisa menggunakan perahu. Warga banyak yang membuat rakit buatan demi bisa beraktivitas di luar rumah. Sementara, akses jalan alternatif Desa Kalisari-Genuk (Semarang) lumpuh.
37 Sekolah Kebanjiran, KBM Lumpuh
Banjir yang melanda sejumlah desa di Demak tidak hanya mengganggu aktivitas warga, melainkan juga kegiatan belajar mengajar (KBM). Sebanyak 22 sekolah terendam banjir sehingga banyak yang meliburkan siswanya.
Salah satu sekolah yang mengalami dampak banjir adalah SMP Negeri 3 Bonang di Dukuh Ngasinan, Desa Kembangan, Kecamatan Bonang. Dari 14 ruangan di sana, hanya dua yang tidak terendam air.
Lokasi sekolah yang berdekatan dengan areal persawahan dan sungai memperburuk keadaan. Pasalnya, sungai terus mengalami pendangkalan sehingga limpasan air langsung menuju ke sekolahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight
-
Sadis! Rampok Ponsel Tebas Telinga Korban hingga Nyaris Putus di Semarang
-
Bripka EJ Mubaligh Polres Wongiri Tersangka Kekerasan Seksual, Terancam Sanksi Kode Etik Pemecatan
-
Di Tengah Ancaman PHK, Investasi Baru di Jateng Buka 650 Lapangan Kerja
-
Musim Kemarau di Jateng Datang, Pendaki Gunung Diminta Tak Nyalakan Api Sembarangan