“Kadang pekewuh yang justru membahayakan diri. Seperti capek tapi tidak dirasakan capek. Padahal sopir nderek kiai sampai larut malam.”
Standar Kerja Sopir Kiai
Pertemuan ini nantinya menghasilkan sejumlah aturan kerja yang harus ditaati sopir dan dipahami oleh para kiai. Misal soal aturan sopir beristirahat setiap 3 jam sekali dalam perjalanan panjang.
Sopir tidak boleh memaksakan diri melanjutkan perjalanan jika merasa lelah atau mengantuk. Juga menyediakan sopir cadangan untuk kiai yang memiliki jadwal dakwah yang padat.
“Kadang nderek kiai sampai larut malam, pagi harus istirahat. Berarti harus ada sopir kedua. Nanti baru berangkat yang sore atau malam lagi. Termasuk kesehatan sopir juga harus diperhatikan,” ujar Yusuf Chudlori.
Dalam Bimtek dan Silaturahmi Nasional Sopir Kiai hadir juga para kiai muda sebagai penghubung komunikasi dengan para kiai lainnya. Sebab standar operasional sopir kiai harus atas kesepahaman kedua pihak.
“Agar ngertilah kahanan para sopir. Dari forum ini kita akan mencoba merumuskan bareng. Pergi malam acara kiai, sopir ora leren. Kita harapkan sopir ini mbok yo leren, turu. Mangsane mangkat maneh, malah durung istirahat. Tapi kiai juga harus tahu perasaannya.”
Antara Takzim dan Keselamatan
Sudah hampir 10 tahun Zakaria Ahmad, nderek nyopiri Kiai Usman Ali, pengasuh Pondok Pesantren API Al Huda di Nepak, Bulurejo, Mertoyudan. Menurut dia, masing-masing sopir harus memahami karakter para kiai yang dilayani.
Baca Juga: Jelang Nataru, Polisi Batasi Operasional Truk di Jateng
Dalam kultur pondok pesantren, sopir kiai biasanya adalah orang-orang terpercaya. Mereka memiliki hubungan dekat dengan kiai karena menghabiskan banyak waktu bersama di perjalanan.
Tidak hanya dekat dengan sang kiai, sopir—sebagaimana juga para santri ndalem—juga akrab dengan keluarganya. Mereka sering dianggap sudah menjadi bagian dari keluarga inti.
Masalahnya, kedekatan itu yang justru sering membuat para sopir sungkan. Mereka kerap memaksakan diri dalam membawa kendaraan agar kiai dapat tiba di rumah atau tempat acara tepat waktu.
“Kita sering dikejar waktu. Sering ada keterbatasan waktu perjalanan dari rumah menuju lokasi pengajian. Waktunya pendek, jadi harus cepat-cepat,” kata Zakaria.
Menurut Zakaria, ada banyak penyebab sopir kelelahan dan mengantuk dalam perjalanan. Bisa karena tidak tersedia tempat istirahat yang memadai di lokasi pengajian.
“Sering juga ketika sopir sampai di lokasi, bertemu dengan teman atau panitia yang kenal. Terus mengobrol sampai tiba waktunya perjalanan kembali atau berpindah tempat. Jadi kondisi sopir belum fit lagi.”
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Antisipasi Gempa, BRI Blora Gelar Simulasi dan Latih Karyawan Tanggap Darurat
-
Zakat di Era Digital: Transparansi dan Kemudahan Jadi Kunci Gaet Donatur Muda
-
Fakta Baru Kecurangan UTBK di Undip, Polisi Sebut Peserta Diduga Jadi Korban Penipuan
-
Pelindo Terminal Peti Kemas Tunjukkan Kinerja Positif di Tengah Gejolak Global
-
Tragedi Kecelakaan Maut di Jogja: Pemotor Tak Berhelm Tabrak Nenek 80 Tahun hingga Tewas