SuaraJawaTengah.id -
Berdoa adalah momen penuh harap antara hamba dan Tuhannya. Tapi bagaimana adab yang benar? Haruskah tangan diangkat? Atau cukup menunduk khusyuk?
Dalam salah satu kajian, Buya Yahya menjawab kegelisahan banyak umat Islam terkait adab berdoa, terutama dalam konteks acara formal seperti upacara bendera. Berikut tujuh pelajaran penting yang bisa kita petik dari penjelasan beliau.
1. Menengadahkan Tangan Itu Sunnah, Bukan Kewajiban
Buya Yahya menjelaskan bahwa mengangkat tangan ketika berdoa adalah bagian dari adab, bukan syarat agar doa dikabulkan. Artinya, tidak ada kewajiban untuk selalu menengadahkan tangan ketika berdoa.
Bahkan dalam beberapa kondisi seperti saat khutbah Jumat, Rasulullah tidak mengangkat tangan kecuali dalam istisqa (minta hujan).
“Termasuk adab doa itu menengadahkan tangan, tapi tidak wajib,” jelas Buya Yahya sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Al-Bahjah TV.
2. Doa Bisa Sah Tanpa Mengangkat Tangan
Dalam konteks upacara resmi seperti di sekolah atau kantor, terkadang ada himbauan agar berdoa tanpa gerakan mencolok, cukup menundukkan kepala. Dalam hal ini, Buya Yahya menegaskan bahwa doa tetap sah meskipun tidak mengangkat tangan.
“Doa yang benar tidak apa-apa kalau tidak mengangkat tangan. Doa itu tetap sah dan Insya Allah diterima oleh Allah SWT.”
Jadi, jangan khawatir bila berada dalam situasi formal dan hanya bisa berdoa dengan hati dan kepala tertunduk.
3. Adab Saja Tak Cukup Jika Sumber Hidup Kita Haram
Satu hal penting yang Buya tekankan: sebaik apapun adab kita saat berdoa, jika makanan dan minuman kita berasal dari sumber yang haram, doa itu bisa tertolak.
“Bagaimana akan dikabul doanya, orang tersebut makannya haram, minumnya haram, semuanya haram.”
Ini pengingat keras bagi siapa pun yang ingin doanya dikabulkan. Adab memang penting, tapi yang lebih penting adalah menjaga kehalalan rezeki kita.
4. Jangan Kaku dan Saling Menghakimi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Seret Nama Gubernur di Pusaran OTT, Ahmad Luthfi Ungkap Fakta Pertemuan dengan Fadia A Rafiq
-
KPK Bantah Keras Klaim Fadia A Rafiq: Bantahan Gubernur Luthfi dan Fakta Penangkapan di Semarang
-
Semen Gresik Apresiasi Tukang Bangunan, Program Tukang Hebat Berhadiah Utama Tiga Unit Motor Matic
-
Upgrade Kulkas ke Kulkas LG 2 Pintu dengan Promo Ramadhan di Blibli
-
Anjing Pelacak Diterjunkan Cari Korban Hilang Banjir Lahar Hujan di Sungai Senowo