SuaraJawaTengah.id - Peringatan serius datang dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bagi masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di wilayah Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan.
Sebuah fenomena angin kencang diprediksi akan 'meneror' kawasan pesisir selatan hingga dua hari ke depan, membawa serta ancaman gelombang tinggi dan potensi bencana lainnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan penuh terhadap kondisi cuaca ekstrem yang sedang berlangsung. Ini bukan sekadar angin musiman biasa, melainkan akibat dari sebuah anomali tekanan udara yang signifikan di dua belahan bumi.
Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi (Stamet) Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, membeberkan data konkret di balik fenomena ini. Pada Selasa pagi, kecepatan angin di Cilacap sudah tercatat mencapai level yang mengkhawatirkan.
"Angin terasa cukup kencang sejak pagi. Berdasarkan pengamatan kami, kondisi ini dipicu oleh adanya perbedaan tekanan udara yang cukup signifikan antara belahan bumi utara dan selatan," kata Teguh di Cilacap, Selasa (29/7/2025).
Anomali Tekanan Udara Jadi Biang Keladi
Teguh menjelaskan lebih dalam mengenai penyebab utama di balik embusan angin yang tak biasa ini. Menurutnya, pemicunya adalah perbedaan tekanan udara yang sangat besar antara perairan Australia dan Samudera Pasifik.
Kondisi inilah yang menciptakan koridor angin berkecepatan tinggi yang melintasi Pulau Jawa.
"Ia mengatakan tekanan udara di perairan barat Australia tercatat sebesar 1.033 milibar, sementara tekanan di Samudera Pasifik timur laut Filipina mencapai 986 milibar."
Baca Juga: Waspada Cuaca Saat Mudik Lebaran 2025, BMKG Prediksi Hujan dan Banjir Rob di Sejumlah Wilayah Jateng
Perbedaan yang mencolok ini, lanjut Teguh, memaksa aliran udara bergerak dengan sangat cepat dari selatan ke utara.
"Dalam hal ini, kata dia, perbedaan tekanan yang besar tersebut menyebabkan aliran angin dari wilayah bertekanan tinggi di barat Australia menuju wilayah bertekanan rendah di timur laut Filipina, melewati wilayah Jawa, termasuk Cilacap."
Dampak Serius: Gelombang Tinggi dan Potensi Bencana
Efek domino dari angin kencang ini tidak hanya terasa di darat. Lautan di pesisir selatan Jawa Tengah ikut bergejolak, menciptakan ancaman serius bagi aktivitas maritim. BMKG memperingatkan adanya potensi gelombang laut yang berbahaya.
Menurut dia, angin kencang tersebut juga berdampak pada peningkatan tinggi gelombang di perairan selatan Jawa, khususnya wilayah pesisir selatan Jateng.
"Kondisi ini berpotensi menimbulkan gelombang tinggi yang mencapai kisaran 2,5 meter hingga 4 meter di perairan selatan Jateng. Masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir, termasuk nelayan dan pengguna transportasi laut, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan," tegas Teguh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight
-
Sadis! Rampok Ponsel Tebas Telinga Korban hingga Nyaris Putus di Semarang
-
Bripka EJ Mubaligh Polres Wongiri Tersangka Kekerasan Seksual, Terancam Sanksi Kode Etik Pemecatan
-
Di Tengah Ancaman PHK, Investasi Baru di Jateng Buka 650 Lapangan Kerja
-
Musim Kemarau di Jateng Datang, Pendaki Gunung Diminta Tak Nyalakan Api Sembarangan