- Bandara Ahmad Yani buka rute baru ke Jeddah & China.
- Rute Jeddah mudahkan jemaah umrah-haji dari Jateng.
- Rute China dongkrak investasi, dagang, dan wisata.
SuaraJawaTengah.id - Gebrakan besar tengah disiapkan pengelola Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang. Belum genap sehari meresmikan kembali penerbangan internasional perdana, kini rute baru menuju Tiongkok dan Arab Saudi langsung masuk dalam radar pengembangan.
Langkah agresif ini menandai kebangkitan bandara kebanggaan warga Jawa Tengah itu setelah status internasionalnya pulih pada April 2025 lalu.
Permintaan pembukaan rute strategis ini datang langsung dari kalangan pengusaha yang melihat potensi ekonomi dan religi yang sangat besar.
"Dari Kadin meminta dibuka rute penerbangan ke China dan Jeddah," kata General Manager PT Angkasa Pura I Cabang Bandara Ahmad Yani Semarang, Fajar Purwawidada, di Semarang, Jumat (5/9/2025).
Pembukaan rute ke Jeddah, Arab Saudi, secara khusus akan menjadi jawaban atas kerinduan masyarakat Jawa Tengah dan sekitarnya untuk bisa terbang langsung ke Tanah Suci untuk ibadah umrah maupun haji.
Selama ini, jemaah harus transit melalui bandara besar seperti Soekarno-Hatta di Cengkareng atau Juanda di Surabaya, yang memakan waktu dan biaya lebih. Dengan adanya rute langsung, efisiensi dan kenyamanan jemaah akan meningkat drastis.
Sementara itu, rute menuju Tiongkok dinilai sangat vital untuk mendongkrak sektor perdagangan, investasi, dan pariwisata. Fajar mengungkapkan bahwa pembicaraan awal untuk rute ini bahkan sudah dimulai.
"Untuk penerbangan tujuan Tiongkok, kata dia lagi, sudah ada pembicaraan awal dengan maskapai penerbangan AirAsia," jelasnya.
Pihak Angkasa Pura I juga menyiapkan rencana alternatif jika penerbangan langsung belum dapat terealisasi dalam waktu dekat.
Baca Juga: Banyak Diminati, Bandara Ahmad Yani Semarang Tambah Rute Penerbangan ke Pangkalan Bun
"Menurut dia, jika tidak memungkinkan penerbangan langsung, maka akan dilakukan transit melalui Singapura atau Kuala Lumpur," tambah Fajar.
Momentum positif ini diawali dengan suksesnya penerbangan internasional perdana dari Semarang menuju Kuala Lumpur, Malaysia, yang resmi dibuka pada 5 September 2025. Kebangkitan konektivitas internasional ini tidak akan berhenti di situ.
Manajemen bandara memastikan jadwal penerbangan internasional akan semakin padat dalam beberapa bulan ke depan.
"Selanjutnya, ujar dia, jumlah penerbangan internasional akan kembali bertambah pada Oktober hingga November 2025," ungkapnya.
Maskapai internasional lainnya sudah mengantre untuk membuka layanan dari dan ke Semarang.
"Maskapai Scoot akan mulai melayani penerbangan Semarang-Singapura sekitar Oktober hingga November. Sementara rute Semarang-Malaysia, juga akan bertambah dengan masuknya maskapai Malindo," papar Fajar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Wakil Ketua MK Ingatkan Bahaya AI: Jangan Sampai Mematikan Kemampuan Berpikir Kritis
-
Heboh Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pati, Bapak dan Kakak Tiri Jadi Pelaku
-
Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana
-
UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR
-
Bukan Sekadar Pintar, Ini Tantangan Terberat Pemimpin Muda di Era Digital Menurut Gus Yasin