SuaraJawaTengah.id - PT Semen Gresik terus memperkuat tata kelola perusahaan melalui penguatan kesadaran mitigasi risiko dengan menggelar pelatihan Risk Awareness, Risk Strategy & Risk Assessment yang diikuti oleh karyawan di Rooftop Omah SG, Pabrik Rembang, Kamis (11/9/2025).
Direktur Utama PT Semen Gresik, Muchamad Supriyadi, menegaskan bahwa pengelolaan risiko merupakan bagian penting dalam keberlangsungan perusahaan.
Menurutnya, manajemen, strategi, serta penilaian risiko yang terstruktur akan membantu perusahaan menghadapi dinamika bisnis yang semakin kompleks.
“Tantangan pasar yang semakin kompleks memaksa setiap perusahaan untuk tetap sustain dengan berbagai strategi dalam mmemitigasi risiko. Penting bagi seluruh insan Semen Gresik memahami dan mengimplementasikan manajemen risiko secara konsisten. Dengan begitu, perusahaan dapat menjaga stabilitas operasional sekaligus meningkatkan daya saing di industri semen nasional,” terangnya.
Supriyadi menambahkan, keberhasilan Semen Gresik dalam mengimplementasikan manajemen risiko turut berkontribusi pada capaian gemilang level nasional.
Hal ini dibuktikan dengan diraihnya empat penghargaan tertinggi pada ajang TOP GRC Awards 2025 di Jakarta, termasuk penghargaan bergengsi Golden Trophy karena berhasil mempertahankan predikat bintang lima selama tiga tahun berturut-turut.
Hal senada juga disampaikan oleh Komisaris Utama PT Semen Gresik, Otok Kuswandaru, menjelaskan bahwa risiko merupakan kenyataan yang tidak bisa dihindari, namun harus dihadapi dengan bijak dan terukur.
“Dewan Komisaris memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh insan Semen Gresik yang senantiasa bangkit, terus belajar, serta bertransformasi lebih kuat dalam menghadapi setiap tantangan risiko. Semangat inilah yang menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan dan meningkatkan daya saing perusahaan,” ungkapnya.
Sementara itu, pemateri professional dari Radian Wicobs Internasional, Deddy Jacobus, menekankan pentingnya identifikasi lokasi dan mitigasi risiko untuk mengurangi potensi dampak negatif yang bisa mengganggu operasional bisnis.
Baca Juga: Njajan Fest 2.0 Fasilitasi Puluhan Peserta Pengurusan NIB dan Uji Pangan Produk
“Dengan strategi ini, perusahaan bisa lebih sigap mengantisipasi hambatan yang mungkin terjadi,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa strategi berbasis data mendukung pengambilan keputusan yang lebih cerdas dan adaptif terhadap perubahan pasar.
Selain itu, Deddy menjelaskan bahwa kepatuhan terhadap regulasi, peningkatan ketahanan bisnis, dan optimalisasi tata kelola perusahaan yang selaras dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG) menjadi pilar utama manajemen risiko.
“Dengan cara ini, perusahaan mampu menekan potensi kerugian sekaligus menciptakan nilai tambah bagi keberlanjutan bisnis,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Sukses BRIvolution: Transaksi QRIS dan Merchant BRI Melesat
-
Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional
-
Sesepuh JI Buka Suara Soal Pemberantasan Korupsi, Dibuat Usai eks Jampidsus Ditetapkan Tersangka
-
BRI Peduli dan Petani Lokal di Karawang Bersinergi Tanam 24.000 Mangrove
-
Semangat Mantri BRI Hadirkan Layanan hingga Pelosok Toraja