- Hampir seluruh wilayah Jawa Tengah diprediksi diguyur hujan ringan hingga sedang hari ini.
- Warga diimbau waspada potensi cuaca ekstrem di masa pancaroba menjelang musim hujan.
- Bagi pengendara, periksa kondisi kendaraan dan tingkatkan kehati-hatian saat melintasi jalan licin.
SuaraJawaTengah.id - Sebagian besar wilayah di Provinsi Jawa Tengah diprakirakan akan basah oleh hujan dengan intensitas ringan hingga sedang sepanjang hari ini, Kamis (18/9/2025).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas di luar ruangan.
Berdasarkan data yang dirilis Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, cuaca pada pagi hari umumnya berawan.
Namun, potensi hujan ringan sudah mulai mengintai sejumlah wilayah, khususnya di kawasan pegunungan dan dataran tinggi. Memasuki siang hingga sore hari, hujan diprediksi akan turun lebih merata di hampir semua daerah.
Beberapa wilayah seperti Purbalingga, Wonosobo, dan Magelang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang.
Sementara itu, daerah lain seperti Cilacap, Banyumas, Kebumen, hingga kawasan Pantura seperti Semarang dan Demak, diperkirakan akan diguyur hujan ringan.
Suhu udara di Jawa Tengah hari ini berkisar antara 19 hingga 32 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 67-99 persen.
Kondisi ini menandakan Jawa Tengah tengah berada dalam masa pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, yang diperkirakan akan masuk secara umum pada Oktober 2025.
Kepala Kelompok Kerja Layanan Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Jateng, Sulis, beberapa waktu lalu menjelaskan bahwa masa peralihan ini kerap ditandai dengan cuaca yang tidak menentu dan cenderung ekstrem.
Baca Juga: Promo Alfamart Terbaru: Diskon Gila Popok Sweety dan Mamypoko, Susu SGM Cuma Rp80 Ribuan!
“Kondisi sekarang masih terjadi perubahan suhu drastis antara siang yang panas dan hujan lebat di malam hari serta disertai angin kencang maupun petir. Karena saat ini Jateng secara umum masih Pancaroba,” kata Sulis.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak hanya menyiapkan payung atau jas hujan saat bepergian, tetapi juga meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, terutama di daerah rawan.
Bagi para pengendara, baik roda dua maupun roda empat, kondisi jalan yang licin akibat hujan menuntut kewaspadaan ekstra. Pastikan kondisi kendaraan, terutama ban, rem, dan lampu, dalam keadaan prima sebelum memulai perjalanan.
Mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman dengan kendaraan lain, dan menghindari pengereman mendadak adalah kunci untuk menjaga keselamatan di tengah cuaca hujan.
Selain itu, visibilitas yang menurun saat hujan deras menjadi tantangan tersendiri. Menyalakan lampu kendaraan, meskipun pada siang hari, dapat sangat membantu pengendara lain untuk melihat keberadaan Anda.
Hindari juga menerobos genangan air yang tinggi karena berisiko menyebabkan kendaraan mogok atau terperosok ke dalam lubang yang tidak terlihat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Skandal Investasi Bodong 'Snapboost' di Blora: Nama Guru SMA Terseret, Ratusan Juta Melayang
-
Waspada Semarang! BMKG Prediksi Diguyur Hujan dan Ingatkan Potensi Banjir Rob Hari Ini
-
Bos Sritex Dituntut 16 Tahun Bui: Rugikan Negara Rp1,3 T Tanpa Rasa Bersalah
-
Harga Sayur Lebih Stabil Setelah Ada MBG, Petani Boyolali Harap Program Terus Berlanjut
-
Semangat Petani Boyolali Terangkat, MBG buat Pesanan Sayur Melonjak