- Weton Kliwon diyakini memiliki energi spiritual kuat yang bisa menyerap energi negatif dari lingkungan.
- Hambatan rezeki sering dikaitkan dengan adanya beban karma atau "hutang batin" dari leluhur.
- Sifat perfeksionis dan keraguan membuat pemilik weton Kliwon kerap menunda dan kehilangan peluang.
SuaraJawaTengah.id - Dalam tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa, weton atau hari kelahiran seringkali dianggap memengaruhi jalan hidup seseorang, termasuk dalam urusan rezeki.
Salah satu yang paling menarik perhatian adalah weton Kliwon. Konon, orang yang lahir pada weton ini kerap mengalami jalan rezeki yang tidak mulus. Meski telah bekerja keras dan membuka banyak peluang, hasilnya seringkali tertunda atau tidak sesuai harapan.
"Pernahkah panjenengan mendengar bahwa orang yang lahir pada weton Kliwon seringkali mengalami jalan rezeki yang tidak mulus? Mereka bekerja keras, penuh usaha, bahkan kadang sudah membuka banyak peluang, tetapi tetap saja ada halangan yang membuat hasilnya tertunda atau tidak sebesar yang diharapkan," demikian pengantar yang sering terdengar dalam pembahasan primbon Jawa, seperti dikutip dari kanal YouTube Ngaos Jawa dikutip pada Senin (22/9/2025).
Lantas, benarkah ini semata takdir? Atau ada rahasia spiritual yang lebih dalam di baliknya? Mari kita bedah lebih jauh mengapa fenomena ini begitu lekat dengan pemilik weton Kliwon.
Energi Spiritual yang Mengikat dan Jadi Beban
Menurut primbon Jawa, Kliwon merupakan pemegang segel cakra mahkota langit dan memiliki energi spiritual yang sangat kuat.
Orang yang lahir pada pasaran ini digambarkan memiliki aura misterius, ketajaman batin, dan kekuatan spiritual di atas rata-rata. Namun, ironisnya, energi besar inilah yang terkadang menjadi beban.
"Orang yang lahir di weton Kliwon seringkali digambarkan sebagai sosok yang memiliki aura berbeda dari kebanyakan orang, mereka membawa cahaya batin sekaligus bayangan gaib yang menyatu dalam dirinya," ungkap narator dalam video Ngaos Jawa.
Kepekaan spiritual yang tinggi membuat mereka mudah menyerap energi negatif dari lingkungan sekitar. Ketika berada di tempat yang penuh konflik atau persaingan, energi buruk dapat dengan mudah menempel dan memengaruhi semangat hidup mereka. Akibatnya, jalan untuk mencari rezeki pun seringkali tersendat.
Baca Juga: Weton Pon Siap-siap Tajir! September 2025 Jadi Bulan Hoki, Begini Cara Jemput Rezeki
Ikatan Gaib dan Hutang Batin Leluhur
Dari sisi spiritual, hambatan rezeki weton Kliwon sering dikaitkan dengan adanya "ikatan gaib" atau "hutang batin" dari masa lalu.
Ikatan ini bisa berasal dari janji leluhur yang belum terpenuhi, karma dari perbuatan di kehidupan lampau, atau bahkan gangguan dari energi halus yang tertarik pada aura kuat mereka.
"Setiap orang lahir tidak hanya membawa dirinya sendiri, melainkan juga membawa garis nasib yang berkaitan dengan leluhur, keluarga, bahkan perbuatan masa lalu yang belum selesai," jelas konten tersebut.
Beban tak kasat mata inilah yang diyakini memengaruhi kelancaran rezeki. Mereka seakan-akan harus menunaikan "tanggung jawab batin" terlebih dahulu sebelum pintu rezeki mereka dapat terbuka sepenuhnya.
Proses ini membutuhkan laku prihatin, doa khusus untuk leluhur, dan sedekah sebagai bentuk penebusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
BRI DPLK: Cara Buka Dana Pensiun dan Aktifkan Autopayment di BRImo
-
Polisi Libatkan Densus 88 dan Jatanras Usut Pembakaran Warung Mi dan Babi di Sukoharjo
-
Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu
-
20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI
-
UU Ketenagakerjaan Dikejar Deadline, Akademisi Soroti Minimnya Riset Empiris