- BRI mengalokasikan dana Rp300 juta untuk Desa Sumowono melalui program BRI Peduli Desa BRILiaN.
- Bantuan difokuskan pada pemberdayaan masyarakat, infrastruktur, dan peningkatan kapasitas desa.
- Program ini juga bertujuan mendorong inklusi keuangan dan menjadikan Sumowono desa percontohan.
SuaraJawaTengah.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan perekonomian desa melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Kali ini, melalui payung program BRI Peduli, Desa Sumowono di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menjadi sasaran pengembangan untuk menjadi Desa BRILiaN yang mandiri dan berdaya saing tinggi.
Dengan alokasi anggaran maksimal mencapai Rp300 juta, BRI menyalurkan bantuan berupa barang dan jasa yang difokuskan pada tiga pilar utama: pemberdayaan masyarakat, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kapasitas desa.
Program ini dirancang untuk tidak hanya memberikan dampak sesaat, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.
Eka Agus Purnama, dari Micro Ecosystems 2 Department Region 10 BRI Semarang, menyatakan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari strategi besar BRI untuk mendorong kemajuan desa di seluruh Indonesia.
"Melalui program BRI Peduli TJSL Desa BRILiaN di Desa Sumowono, BRI memberikan dukungan berupa bantuan barang dan jasa dengan alokasi anggaran maksimal Rp300 juta," katanya dari keterangan tertulis pada Senin (29/9/2025)
"Bantuan ini difokuskan pada kegiatan pemberdayaan masyarakat, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan kapasitas desa agar lebih mandiri dan berdaya saing," tambahnya.
Program Desa BRILiaN sendiri merupakan inisiatif unggulan BRI yang bertujuan menciptakan *role model* dalam pengembangan desa.
Sejak diluncurkan pada tahun 2020, program ini telah diikuti oleh ribuan desa di Indonesia dan berfokus pada empat aspek utama: penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), digitalisasi, keberlanjutan, dan inovasi.
Baca Juga: BRI Dukung Penuh Industri Kayu, Tawarkan Kredit Investasi dan Qlola untuk Skalabilitas Bisnis
Lebih lanjut, Feri Udha Adiyani, Supervisor Penunjang Operasional dari Branch Office Ungaran, menjelaskan bahwa program ini memiliki tujuan ganda.
Selain meningkatkan kualitas hidup masyarakat dari sisi ekonomi, sosial, dan lingkungan, program ini juga menjadi jembatan untuk memperluas inklusi keuangan.
"Program ini bertujuan menjadi solusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat desa, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Selain itu, program juga mendorong masyarakat untuk lebih mengenal dan memanfaatkan layanan keuangan BRI, sehingga tercipta inklusi keuangan yang lebih luas dan modern," kata Feri.
Dengan adanya intervensi ini, masyarakat Desa Sumowono tidak hanya mendapatkan bantuan fisik, tetapi juga pendampingan dan literasi keuangan.
Hal ini sejalan dengan visi BRI untuk memberdayakan masyarakat hingga ke akar rumput, membiasakan mereka dengan layanan perbankan modern seperti transaksi digital yang dapat memperluas jangkauan pasar bagi produk-produk unggulan desa.
Harapan besar disematkan pada program ini. Sinergi antara BRI, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif masyarakat diharapkan dapat mengakselerasi kemandirian Desa Sumowono.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
BRI DPLK: Cara Buka Dana Pensiun dan Aktifkan Autopayment di BRImo
-
Polisi Libatkan Densus 88 dan Jatanras Usut Pembakaran Warung Mi dan Babi di Sukoharjo
-
Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu
-
20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI
-
UU Ketenagakerjaan Dikejar Deadline, Akademisi Soroti Minimnya Riset Empiris