- Kantor Imigrasi Semarang mendeportasi 14 WNA dan menolak 21 WNA masuk Indonesia periode Januari hingga Juni 2026.
- Kanimsus Kelas I TPI Semarang turut menunda keberangkatan 75 WNI ke luar negeri karena berbagai alasan administratif dan pencegahan TPPO.
- Penerbitan 32.652 paspor oleh Kantor Imigrasi Semarang menghasilkan PNBP keimigrasian sebesar Rp21.933.950.000 pada periode tersebut.
SuaraJawaTengah.id - Sebanyak 14 Warga Negara Asing (WNA) dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang. Selain itu, petugas juga menolak 21 WNA masuk ke Indonesia melalui Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.
Jumlah itu terhitung dari Januari – Juni 2026, berdasar data Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang. Mereka yang dideportasi terbanyak WN China 7 orang, disusul 4 WN Tajikistan, 2 WN Malaysia dan 1 WN Afghanistan.
“Mayoritas dari China (yang dideportasi),” kata Kepala Kanimsus Kelas I Khusus TPI Semarang Ari Widodo di kantornya, Kamis (23/7/2026).
Alasan pendeportasian beragam, di antaranya; berkaitan dengan izin tinggal hingga tersangkut tindak pidana. Untuk mereka yang tersangkut tindak pidana di Indonesia, secara teknis, mereka akan menjalani proses hukum, setelah selesai baru dideportasi.
“Biayanya (deportasi) dari mereka sendiri, ataupun dari sponsor,” sambungnya.
Sementara, untuk WNA yang ditolak masuk ke Indonesia via Semarang juga terbanyak WNA asal China dengan 16 orang, disusul Malaysia dan Tajikistan masing-masing 2 orang dan 1 orang dari Belanda.
“Alasannya macam-macam yang kami tolak, di antaranya memberikan keterangan yang enggak bener pada saat untuk memperoleh visanya, pernah juga terjadi pada saat masuk ternyata nggak ada dokumen perjalanan atau paspornya ternyata informasinya hilang, ada juga yang akan masuk ke Indonesia tidak jelas tujuannya. Itu untuk yang penolakan terhadap orang asing yang akan masuk ke Indonesia melalui Bandara Ahmad Yani (Semarang),” jelas Ari Widodo.
Pada periode yang sama, Kanimsus Kelas I TPI Semarang juga menunda keberangkatan 75 WNI ke luar negeri.
Alasannya beragam; mulai dari diduga adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural, belum memiliki surat rekomendasi dari BP3MI, tidak dapat menunjukkan kontrak kerja yang sah untuk bekerja sesuai aturan berlaku, belum memiliki affidavit, paspor rusak hingga berpotensi adanya tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Baca Juga: Ngeblong di Perlintasan KA Kokrosono Semarang, Motor Tabrak Kereta Api, 1 Siswa SD Tewas
Diketahui, Kanimsus Kelas I TPI Semarang memiliki 6 wilayah kerja, terinci; Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, Kota Salatiga, Kabupaten Demak dan Kabupaten Kudus.
Pada periode tersebut, telah diterbitkan sebanyak 32.652 paspor. Nominal Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Keimigrasian dari penerbitan paspor itu sebanyak Rp21.933.950.000 atau sudah 51 persen dari target Rp.42.234.100.000.
Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kanimsus Kelas I TPI Semarang Haryono Susilo mengatakan pihaknya juga menggandeng stakeholder terkait dalam Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora), seperti Polri hingga Badan Intelijen Negara (BIN).
“Penolakan yang masuk (WNA), kegiatan harus sesuai dengan izinnnya. Pengawasan keberadan dan kegiatannya juga kami lakukan,” tambahnya.
Kontributor : Eka Setiawan
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran
-
Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet
-
Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman
-
Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM
-
Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah