- Serabi jajanan pasar sejak 1923, fleksibel hadir dalam varian manis kinca hingga gurih oncom.
- Asal-usul serabi diperdebatkan, tapi tetap jadi simbol kuliner Nusantara lintas budaya dan zaman.
- Dari Solo, Bandung, hingga varian durian, serabi bertransformasi modern tanpa hilang identitas asli.
SuaraJawaTengah.id - Serabi adalah salah satu jajanan pasar tradisional Indonesia yang hingga kini masih digemari lintas generasi. Rasanya yang gurih, manis, dan lembut selalu menghadirkan nostalgia tersendiri.
Tidak hanya sebatas camilan, serabi juga merepresentasikan kekayaan budaya kuliner Nusantara yang diwariskan turun-temurun.
Di balik bentuknya yang sederhana, serabi ternyata menyimpan sejarah panjang yang menarik untuk ditelusuri.
Dari resep tradisional hingga inovasi modern, keberadaan serabi selalu berhasil menyesuaikan diri dengan zaman tanpa kehilangan identitas aslinya.
Tak heran, kudapan ini tetap populer di berbagai daerah dengan ciri khas masing-masing.
Sebagaimana dikutip dari YouTube Channel E Indonesia, ada banyak fakta menarik yang menjelaskan asal mula dan perkembangan serabi.
Fakta-fakta ini menunjukkan bagaimana sebuah jajanan pasar sederhana bisa menjadi simbol kuliner yang bertahan lebih dari seabad dan terus dicintai masyarakat.
1. Serabi Sudah Ada Sejak 1923
Jejak sejarah serabi disebut-sebut sudah ada sejak tahun 1923. Sejak saat itu, makanan ini selalu hadir di pasar tradisional sebagai camilan rakyat. Serabi tidak pernah kehilangan pesonanya karena fleksibel. Bisa disajikan manis dengan kinca (gula jawa dan santan) atau gurih dengan taburan oncom.
Baca Juga: Sejarah dan Keunikan Soto Garing Klaten, Soto Kering Tanpa Kuah
2. Nama Serabi Berasal dari Bahasa Sunda
Kata “serabi” berasal dari bahasa Sunda, yaitu surah yang berarti besar. Nama ini menggambarkan bentuk serabi yang bundar dan agak tebal. Di beberapa daerah, serabi juga punya sebutan berbeda. Namun ciri khasnya tetap sama, yaitu tekstur empuk dengan pinggiran renyah.
3. Ada Perdebatan Asal Usul
Asal usul serabi masih diperdebatkan hingga kini. Ada yang mengatakan serabi berasal dari India, sementara ada juga yang menyebutnya terinspirasi dari panekuk Belanda. Bentuknya memang mirip pancake, hanya saja lebih kecil dan tebal. Hal ini menjadi bukti bahwa kuliner Nusantara berkembang lewat percampuran budaya.
4. Cara Masak Tradisional yang Otentik
Adonan serabi terbuat dari tepung beras atau tepung terigu, dicampur dengan mentega dan telur. Menariknya, serabi tradisional dimasak menggunakan cetakan tanah liat di atas tungku kayu bakar. Teknik ini memberi aroma smoky khas yang sulit ditiru oleh peralatan modern.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Kronologi Kader PDIP Musyafirin Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai Berujung Usulan Pemecatan
- 4 Shio Ini Diprediksi Panen Cuan dan Sukses Besar di Tahun Kambing Api 2027
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir
-
Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang
-
Bioskop Lokal Jadi Pintu Masuk Inklusi Keuangan Digital, Kesenjangan Desa-Kota Masih Terlihat
-
Terduga Pelaku Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo Ditangkap: Mantan Napiter Bom Thamrin
-
Karhutla Gunung Lawu Capai 230 Hektare, Angin Kencang Hambat Pemadaman dari Udara