SuaraJawaTengah.id - Kehadiran Rumah BUMN Pekalongan dari Telkom benar-benar mulai dirasakan manfaatnya bagi para pelaku usaha UMKM di Kota Pekalongan, Jawa Tengah.
Beberapa pelaku usaha UMKM, terutama batik, telah merasakan bagaimana akhirnya mereka mengalami naik kelas dalam produksi dan memasarkan produk-produk mereka.
Kini produk-produk mereka tidak lagi hanya beredar dan terjual di pasar-pasar lokal saja. Produk-produk UMKM ini, sekarang telah menancapkan diri hingga mancanegara. Di antara produk-produk batik tersebut seperti Pithaloka Batik dan Zialova Batik.
Pithaloka Batik
Pemilik Pithaloka Batik, Nurita Wahyu Kusuma bergabung bersama Rumah BUMN Pekalongan sejak 2018. Di awal, usahanya hanya mengkhususkan diri pada produksi batik fashion dan sintetis saja. Sedangkan untuk handycraft (kerajinan tangan) merupakan cabang usaha baru dari Pithaloka Batik yang bernama AEP Craft.
Kemudian pada 2024, Pithaloka Batik mulai kembali membuka cabang usaha baru yakni Loka Natura Batik yang khusus diperuntukkan bagi produksi batik-batik dari pewarna alam. Semua usaha ini telah berbadan hukum dan memiliki surat izin berusaha (SIB) yang proses pembuatannya dibantu oleh Rumah BUMN Pekalongan dari Telkom.
Ia bercerita, usaha Pithaloka Batik memiliki fase yang kadang naik, dan kadang turun. Misalnya saja saat diminta mengerjakan pesanan, ternyata dinilai tidak sesuai oleh konsumen. Walau begitu, pelan-pelan pada akhirnya produk-produk itu bisa dijual.
Sambil merenung sebentar, Nurita Wahyu Kusuma kemudian bercerita jika hal yang terasa sulit terjadi pada saat berlangsungnya wabah pandemi Covid-19.
Ia mengatakan, sebenarnya telah memiliki market (pasar) bagi produknya di Jakarta, yakni di Pasar Cipulir dan Pasar Tanah Abang. Misalnya untuk produk mukena, bisa mengirim hingga 100 kodi, namun karena ada pemberlakuan aturan lock down, maka seluruh barang tidak bisa terkirim.
Baca Juga: Mina Food, UMKM Binaan RB Rembang Manfaatkan Ikan Barakuda Sebagai Bahan Utama
"Akhirnya menumpuk semua barang-barang tersebut di dalam rumah. Itu kami benar-benar pusing, namun kemudian kami melihat peluang. Saat orang-orang mulai ramai untuk mencari masker, kami putuskan buat masker dari kain perca. Melalui bantuan dan Rumah BUMN Pekalongan dari Telkom, kami ditarik untuk memasarkan produk di Sarinah yang kemudian bisa ekspor ke Dubai," katanya, saat ditemui di workshop miliknya di belakang Kampus Universitas Pekalongan (Unikal), Jumat (26/9/2025).
Usai pandemi Covid-19, Rumah BUMN Pekalongan dari Telkom kemudian menggandeng kemitraan UMKM untuk mengikuti pelatihan selama setahun, salah satunya dalam pengolahan dan penggunaan bahan pewarna alam untuk digunakan pada produk batik.
Tidak hanya itu, pelatihan Digital Marketing pun diberikan sehingga membuatnya dan mitra-mitra UMKM lain di Rumah BUMN Pekalongan dapat mengetahui proses, penghitungan, dan pemasaran produk.
"Pada akhir 2024, kami mulai memproduksi batik dari pewarna alam. Kami diakui oleh konsumen mancanegara usai diberikan spot untuk ikut pameran Trade Expo Indonesia (TEI) di BSD City, Tangerang. Membuat kami dapat bertemu konsumen dari Malaysia dan Suriname," tambah pembina Kelompok Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) tersebut.
Mitra-mitra UMKM di Rumah BUMN Pekalongan turut mendapat dukungan spot penjualan di jalur tol Trans Jawa, di Rest Area KM260B Heritage Banjaratma-Brebes dan Rest Area KM360B Subah-Batang.
"Awalnya saya pesimis, karena dalam bayangan saya, rest area itu hanya tempat singgah atau istirahat bagi orang-orang untuk buang air, makan dan minum selama perjalanan melalui jalan tol. Ternyata dalam waktu sebulan sudah mampu memberikan hasil. Bahkan omset rata-rata mencapai kisaran Rp35 juta hingga Rp50 juta per bulan," pungkas dia. ***
Berita Terkait
-
Telkom Bantu Tumbuh Kembang UMKM di Kota Pekalongan, Sejumlah Produknya telah Mendunia
-
Rumah BUMN Rembang Semen Gresik Dukung UMKM Binaan Tembus Pasar Global Lewat Inacraft 2025
-
Dari Limbah Jadi Cuan, Nafisa Craft UMKM RB Rembang Tembus Pasar Nasional Lewat Produk Upcycle
-
Njajan Fest 2.0 Fasilitasi Puluhan Peserta Pengurusan NIB dan Uji Pangan Produk
-
Siap-siap! Rumah BUMN Rembang Kembali Gelar Festival Jajanan Terbesar di Rembang Njajan Fest 2.0
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Garuda Calling! Bek Kendal Tornado FC Youth Davin Armadheni Dipanggil Seleksi Timnas U-20
-
Sentuh Seribuan Warga, Kapolda Jateng Pimpin Langsung Bakti Kesehatan Gratis di Tegal
-
Neraca Dagang Surplus, Arus Logistik Nasional Terus Bergerak
-
IJD Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jawa Tengah
-
Masih Ada 7 Daerah Belum UHC, Pemprov Jateng Dorong BPJS Jadi Prioritas Daerah