- Tahu Gimbal adalah hasil akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa yang lahir di Semarang pada abad ke-19.
- Nama 'gimbal' berasal dari bentuk bakwan udang yang acak dan juga melambangkan filosofi persatuan rasa.
- Popularitasnya meroket sejak 1970-an, dipelopori oleh pedagang legendaris dan kini menjadi ikon kota.
Berbagai elemen dengan tekstur dan rasa berbeda—lembutnya tahu dan lontong, renyahnya gimbal udang, segarnya irisan kol—berpadu secara selaras di bawah siraman saus yang sama.
Popularitas Tahu Gimbal mulai meroket secara masif pada dekade 1970-an. Kemunculan para pedagang legendaris, seperti H. Edy di kawasan Taman Menteri Supeno, menjadi titik balik yang mengangkat status Tahu Gimbal dari sekadar jajanan jalanan menjadi kuliner wajib coba bagi siapa pun yang mengunjungi Kota Semarang.
Hingga hari ini, Tahu Gimbal terus bertahan melintasi zaman. Dari gerobak sederhana di pinggir jalan hingga menjadi menu andalan di restoran modern, hidangan ini membuktikan bahwa rasa otentik yang lahir dari sejarah panjang akan selalu memiliki tempat istimewa di hati para penikmatnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
-
Tak Terbukti Lakukan Tindak Pidana, Delpedro Dkk Divonis Bebas!
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
Terkini
-
BRI Semarang Tebar Berkah Ramadan, Berbagi Makanan Berbuka untuk Pengendara
-
BRI KPR Berikan Kemudahan Akses Pembiayaan untuk Wujudkan Rumah Impian
-
Jateng Bakal Diserbu 17 Juta Pemudik, Gubernur Luthfi Gerak Cepat Amankan Stok Pangan
-
Kegemaran Tingkat Membaca Buku Sleman Turun, Penggunaan Internet Kian Masif Jadi Faktor Utama
-
Pencarian Hari Keempat Korban Banjir Lahar Merapi: Tim SAR Dihadang Tembok Pasir, Hasil Masih Nihil