- Nama Batang lahir dari kisah heroik Ki Ageng Bahurekso yang mengangkat batang kayu menutup sungai.
- Dari hutan angker, Batang berkembang jadi pusat pertanian, perdagangan, hingga kabupaten mandiri.
- Kini Batang tumbuh modern lewat kawasan industri, tetap menjaga nilai sejarah dan budaya leluhur.
Pasar tradisional tumbuh, pertukaran hasil bumi menggeliat, dan kehidupan ekonomi pun tumbuh pesat.
4. Ki Ageng Bahurekso: Pejuang Sakti yang Gugur di Batavia
Selain dikenal sebagai pembuka hutan Roban, Ki Ageng Bahurekso juga seorang pahlawan Mataram. Ia memimpin pasukan dalam berbagai pertempuran melawan VOC Belanda. Dalam salah satu ekspedisi ke Batavia, ia gugur sebagai syuhada.
Kisah perjuangannya mengajarkan nilai keberanian dan pengabdian tanpa pamrih. Hingga kini, masyarakat Batang masih mengenang Ki Ageng Bahurekso sebagai tokoh sakral dan pelindung wilayah mereka.
5. Batang di Bawah Cengkeraman Kolonial Belanda
Memasuki abad ke-18 dan 19, Batang jatuh ke tangan VOC dan Hindia Belanda. Karena letaknya strategis di jalur pelayaran antara Semarang, Pekalongan, dan Tegal, Batang dijadikan pusat perdagangan hasil bumi seperti beras, kayu jati, dan kopi.
Namun, masa kolonial membawa penderitaan. Rakyat Batang dipaksa menjual hasil panen dengan harga murah. Saat sistem tanam paksa (cultuurstelsel) diberlakukan pada 1830, banyak petani kehilangan lahan dan terjerat kemiskinan.
Meski begitu, semangat rakyat Batang untuk melawan penindasan tak pernah padam.
6. Dari Perjuangan Kemerdekaan hingga Jadi Kabupaten Mandiri
Baca Juga: 5 Prompt Foto Jadul 80-an: Dari Kamar Musik Hingga Gaya Kaset Lawas
Saat Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, rakyat Batang langsung menyambut dengan semangat juang tinggi. Mereka ikut melawan agresi militer Belanda melalui laskar rakyat dan pasukan Hizbullah-Sabilillah. Hutan Roban kembali menjadi medan gerilya.
Setelah masa perang usai, Batang resmi memisahkan diri dari Kabupaten Pekalongan dan menjadi kabupaten mandiri. Keputusan ini menegaskan identitas Batang sebagai daerah yang punya sejarah, budaya, dan masyarakat yang tangguh.
7. Batang Modern: Antara Sejarah, Alam, dan Industri
Kini Batang berkembang pesat tanpa melupakan akar sejarahnya. Wilayah pesisir di utara dimanfaatkan untuk pelabuhan, perikanan, dan wisata bahari, sementara bagian selatan kaya akan perkebunan dan pertanian.
Yang paling monumental adalah berdirinya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) — proyek strategis nasional yang membawa Batang ke panggung ekonomi modern. Meski berubah menjadi kota industri, nilai gotong royong, religiositas, dan kesenian rakyat seperti kuda lumping dan sedekah laut tetap dijaga.
Kisah asal-usul Batang bukan sekadar legenda tentang sepotong kayu, tapi cerita tentang manusia yang menaklukkan alam dengan doa dan tekad. Dari peristiwa “Ngembat Watang” hingga perjuangan rakyat melawan penjajah, semua menjadi fondasi bagi identitas Batang hari ini.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Deretan Kontroversi Kebijakan Bupati Pati Sudewo Sebelum Berakhir di Tangan KPK
-
OTT KPK di Pati: 6 Fakta Dugaan Jual Beli Jabatan yang Sudah Lama Dibisikkan Warga
-
7 Kontroversi Bupati Pati Sudewo Sebelum Kena OTT KPK, Pernah Picu Amarah Warga
-
Bupati Pati Sudewo Diciduk KPK! Operasi Senyap di Jawa Tengah Seret Orang Nomor Satu
-
Uji Coba Persiapan Kompetisi EPA, Kendal Tornado FC Youth Kalahkan FC Bekasi City