- Seorang Agen BRILink di Tegal meninggal dunia usai bertugas, menyoroti risiko profesi ini.
- Berkat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, ahli waris menerima santunan total Rp184 juta.
- Kisah ini menjadi seruan kuat bagi seluruh Agen BRILink untuk segera memiliki jaminan sosial.
SuaraJawaTengah.id - Mereka adalah garda terdepan inklusi keuangan, para pejuang yang membawa layanan perbankan hingga ke pelosok desa. Namun, di balik peran krusial sebagai Agen BRILink, tersimpan risiko yang tak terlihat.
Kisah pilu almarhumah Omyanah dari Slawi, Kabupaten Tegal, menjadi pengingat keras akan realita tersebut.
Omyanah, seorang Agen BRILink yang juga pemilik toko sembako, adalah potret pekerja keras yang menjadi andalan keluarganya.
Namun, takdir berkata lain. Pada 25 Juni 2025, ia meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan kerja, tepat setelah menjalankan tugasnya.
Pemimpin Cabang BRI Slawi, Arlin Suryani, mengonfirmasi momen tragis tersebut.
"Almarhum meninggal saat menjalankan tugas usai melakukan sosialisasi," ungkapnya dengan nada duka.
Kepergian Omyanah tak hanya meninggalkan duka di hati keluarga, tapi juga potensi terhentinya denyut ekonomi yang ia bangun.
Namun, sebuah keputusan bijak yang diambil Omyanah pada 13 Januari 2025 menjadi 'surat wasiat' tak ternilai yang menyelamatkan masa depan keluarganya: mendaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan.
Negara, melalui sinergi strategis antara BRI dan BPJS Ketenagakerjaan, hadir untuk memastikan pengorbanan Omyanah tidak sia-sia.
Baca Juga: Kolaborasi Layanan Kesehatan BRI Bersama RSIGM Sultan Agung Semarang
Ahli warisnya sang suami, Samiri, menerima santunan dengan total nilai mencapai Rp184.846.476.
Bantuan tersebut bukan sekadar angka, melainkan napas baru bagi mimpi yang nyaris terkubur.
Rinciannya meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp118 juta, Jaminan Hari Tua (JHT) Rp846.476, serta beasiswa pendidikan penuh untuk satu orang anak hingga sarjana senilai Rp66 juta.
“Saya sangat terharu dan berterima kasih atas perhatian dari BPJS Ketenagakerjaan. Santunan ini akan sangat membantu keluarga kami, anak saya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan sekolahnya dan akan saya gunakan sebagai tambahan modal untuk melanjutkan usaha sebagai Agen BRILink dan toko sembako yang telah dirintis almarhumah,” ucap Samiri, suaranya sarat dengan kelegaan di tengah duka.
Kisah ini menggarisbawahi betapa pentingnya kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan dan BRI dalam melindungi para agen mereka, yang notabene masuk dalam kategori pekerja informal dengan risiko tinggi.
Arlin Suryani menambahkan, "Kami ikut berduka dan kehilangan mitra terbaik kami, dan ini kami ikut dalam program penyerahan klaim BPJS TK dari agen BRILink meninggal dunia karena kecelakaaan, santunan ada klaim meninggal dunia, dan beasiswa anak."
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Tragedi Razia Sabung Ayam di Tegal: 7 Fakta Ditemukannya Korban Tenggelam di Sungai Ketiwon
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Operasi Fraktur Tangan Berjalan Lancar, Kushedya Hari Yudo Kini Fokus Pemulihan
-
Kejar Tayang Mudik Lebaran! Jalan Semarang-Godong Dikebut, Gubernur: H-7 Harus Beres!
-
7 Fakta Tragis Kebakaran di Semarang: Lansia 94 Tahun Tewas, Diduga karena Rokok