Budi Arista Romadhoni
Selasa, 11 November 2025 | 07:30 WIB
Ilustrasi kursi raja Keraton Kasunanan Surakarta. [ChatGPT]
Baca 10 detik
  • Suksesi Keraton Surakarta pasca wafatnya PB XIII menimbulkan perdebatan legitimasi Putra Mahkota.
  • Tiga adik PB XIII dan Gusti Purbaya menjadi kandidat kuat; keputusan akhir lewat musyawarah adat.
  • Publik berharap suksesi berjalan damai, menjaga harmoni keluarga dan kelanjutan tradisi keraton.

SuaraJawaTengah.id - Kepergian Sri Susuhunan Paku Buwono XIII pada 2 November 2025 meninggalkan ruang kosong yang harus diisi oleh penerus baru. Tradisi Keraton Kasunanan Surakarta yang ketat membuat proses ini tidak bisa berjalan tergesa gesa.

Namun publik tetap bertanya siapa yang memiliki peluang terbesar untuk menduduki takhta selanjutnya.

Berdasarkan pandangan tokoh adat dan dinamika internal keraton, berikut penelusuran lengkap yang disusun dengan urutan poin acak agar memberikan sudut pandang baru dari berbagai sumber di YouTube.

1. Tantangan Legitimasi yang Membayangi Putra Mahkota

Meski Gusti Purbaya telah dinobatkan sebagai Putra Mahkota pada tahun 2022, posisinya masih diperdebatkan sebagian keluarga besar.

Perdebatan ini berkaitan dengan status permaisuri PB XIII, KRAy Perada Paninsih atau Asih Winarni. Sebagian keluarga tidak mengakui keabsahan sang permaisuri sehingga hak anaknya ikut dipertanyakan. Isu inilah yang membuat proses suksesi diprediksi berjalan alot.

2. Tiga Adik PB XIII yang Masih Memiliki Peluang Besar

Dalam adat keraton, jika status Putra Mahkota dipersoalkan, garis turun bisa beralih ke adik raja. R. Surojo menyebut ada tiga adik PB XIII yang memiliki legitimasi adat kuat. Mereka adalah:

• Gusti Benowo
• Gusti Pangiran Hario
• Gusti Madu Kusumo

Baca Juga: Waspada! BMKG Prediksi Semarang Hujan Ringan, Kota Lain di Jawa Ada Potensi Hujan Petir

Ketiganya merupakan keturunan laki laki langsung dari dinasti Paku Buwono sehingga tetap memiliki peluang menjadi raja berikutnya.

3. Musyawarah Keluarga Besar Menjadi Penentu Akhir

Bagaimanapun dinamika yang terjadi, keputusan tertinggi tetap berada di tangan musyawarah keluarga besar keraton.

Musyawarah akan menentukan penerus berdasarkan kesepakatan bersama agar tidak terjadi perpecahan.

Nilai yang dijunjung paling tinggi adalah kedamaian, harmoni, dan kelanjutan tradisi.

4. Gusti Purbaya sebagai Figur Muda yang Sudah Disiapkan

Load More