- Suksesi Keraton Surakarta pasca wafatnya PB XIII menimbulkan perdebatan legitimasi Putra Mahkota.
- Tiga adik PB XIII dan Gusti Purbaya menjadi kandidat kuat; keputusan akhir lewat musyawarah adat.
- Publik berharap suksesi berjalan damai, menjaga harmoni keluarga dan kelanjutan tradisi keraton.
SuaraJawaTengah.id - Kepergian Sri Susuhunan Paku Buwono XIII pada 2 November 2025 meninggalkan ruang kosong yang harus diisi oleh penerus baru. Tradisi Keraton Kasunanan Surakarta yang ketat membuat proses ini tidak bisa berjalan tergesa gesa.
Namun publik tetap bertanya siapa yang memiliki peluang terbesar untuk menduduki takhta selanjutnya.
Berdasarkan pandangan tokoh adat dan dinamika internal keraton, berikut penelusuran lengkap yang disusun dengan urutan poin acak agar memberikan sudut pandang baru dari berbagai sumber di YouTube.
1. Tantangan Legitimasi yang Membayangi Putra Mahkota
Meski Gusti Purbaya telah dinobatkan sebagai Putra Mahkota pada tahun 2022, posisinya masih diperdebatkan sebagian keluarga besar.
Perdebatan ini berkaitan dengan status permaisuri PB XIII, KRAy Perada Paninsih atau Asih Winarni. Sebagian keluarga tidak mengakui keabsahan sang permaisuri sehingga hak anaknya ikut dipertanyakan. Isu inilah yang membuat proses suksesi diprediksi berjalan alot.
2. Tiga Adik PB XIII yang Masih Memiliki Peluang Besar
Dalam adat keraton, jika status Putra Mahkota dipersoalkan, garis turun bisa beralih ke adik raja. R. Surojo menyebut ada tiga adik PB XIII yang memiliki legitimasi adat kuat. Mereka adalah:
• Gusti Benowo
• Gusti Pangiran Hario
• Gusti Madu Kusumo
Baca Juga: Waspada! BMKG Prediksi Semarang Hujan Ringan, Kota Lain di Jawa Ada Potensi Hujan Petir
Ketiganya merupakan keturunan laki laki langsung dari dinasti Paku Buwono sehingga tetap memiliki peluang menjadi raja berikutnya.
3. Musyawarah Keluarga Besar Menjadi Penentu Akhir
Bagaimanapun dinamika yang terjadi, keputusan tertinggi tetap berada di tangan musyawarah keluarga besar keraton.
Musyawarah akan menentukan penerus berdasarkan kesepakatan bersama agar tidak terjadi perpecahan.
Nilai yang dijunjung paling tinggi adalah kedamaian, harmoni, dan kelanjutan tradisi.
4. Gusti Purbaya sebagai Figur Muda yang Sudah Disiapkan
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Buktikan Kualitas, Skuad Muda Kendal Tornado FC Borong Penghargaan di EPA Championship
-
PSIS Rombak Total Tim, Suporter Desak Boyong Pemain Lawas dari Arhan, Dewangga, hingga Fortes
-
Koperasi Merah Putih Tembus 6.271 Unit: Operasional di Jateng Tertinggi Nasional
-
Lahan Pertanian Terancam Jadi Hotel dan Perumahan, Sarif Abdillah Ingatkan Bahaya Krisis Pangan
-
Semarang Barat Dikepung Banjir: Tanggul Plumbon Jebol, Lansia Hanyut