Budi Arista Romadhoni
Selasa, 11 November 2025 | 07:30 WIB
Ilustrasi kursi raja Keraton Kasunanan Surakarta. [ChatGPT]
Baca 10 detik
  • Suksesi Keraton Surakarta pasca wafatnya PB XIII menimbulkan perdebatan legitimasi Putra Mahkota.
  • Tiga adik PB XIII dan Gusti Purbaya menjadi kandidat kuat; keputusan akhir lewat musyawarah adat.
  • Publik berharap suksesi berjalan damai, menjaga harmoni keluarga dan kelanjutan tradisi keraton.

Gusti Purbaya menjadi salah satu calon terkuat karena penobatan resminya sebagai Putra Mahkota pada upacara Jumenengan ke 18 PB XIII. Saat itu usianya baru 19 tahun.

Ia kini menempuh pendidikan hukum di Universitas Diponegoro dan bersiap melanjutkan studi ke Universitas Gadjah Mada. Pendidikan formalnya dipandang sebagai bekal penting untuk menjadi pemimpin keraton di masa depan.

5. Publik Menunggu Suksesi yang Damai dan Menyatukan

Keraton Surakarta bukan sekadar pusat budaya, tetapi simbol sejarah panjang. Masyarakat berharap suksesi kali ini tidak memperpanjang perbedaan pandangan yang sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Publik menginginkan pemimpin baru yang bisa mempersatukan keluarga besar keraton dan menjaga kehormatan dinasti Paku Buwono.

6. Adat Melarang Pembahasan Suksesi Sebelum 40 Hari

Adik PB XIII, Kanjeng Gusti Pangeran Harjo, menegaskan bahwa suksesi tidak boleh dibahas sebelum masa berkabung 40 hari berakhir. Aturan ini merupakan bentuk penghormatan kepada raja yang wafat.

Meskipun begitu, jika kondisi memungkinkan, keputusan dapat diambil lebih cepat. Namun seluruh langkah tetap harus mengikuti tatanan adat.

7. Konflik Lama yang Membentuk Situasi Suksesi

Baca Juga: Waspada! BMKG Prediksi Semarang Hujan Ringan, Kota Lain di Jawa Ada Potensi Hujan Petir

R. Surojo dari kalangan pegiat sejarah menyebut bahwa suksesi kali ini tidak lepas dari konflik internal yang sudah berlangsung beberapa tahun.

Perbedaan sikap mengenai status permaisuri PB XIII menjadi salah satu pemicunya. Situasi ini membuat keluarga besar harus bekerja lebih keras agar suksesi tidak memicu perpecahan baru.

8. Dua Poros Utama yang Menjadi Pusat Sorotan

Dalam dinamika keluarga keraton saat ini, terdapat dua poros utama yang paling berpeluang memimpin Keraton Surakarta. Poros pertama berasal dari kalangan adik kandung PB XIII, dan poros kedua adalah Gusti Purbaya, yang telah ditetapkan sebagai pewaris tahta secara adat.

Kedua poros ini memiliki pendukung dan argumentasi masing masing, membuat hasil akhir masih sulit diprediksi.

9. Pendidikan dan Pembentukan Karakter Putra Mahkota

Load More