- Penobatan Pakubuwono XIV direncanakan dilaksanakan pada 15 November 2025, dengan Gusti Purbaya ditetapkan sebagai penerus takhta mendiang raja.
- Sebagian keluarga besar Keraton Kasunanan Surakarta menyerukan penundaan acara penobatan untuk dilakukan musyawarah keluarga besar terlebih dahulu.
- Musyawarah penting ini bertujuan menghindari potensi dualisme kepemimpinan serta memastikan prosesi sesuai adat dan hukum yang berlaku.
Seruan Gusti Mung agar dilakukan rembug keluarga dianggap langkah bijak oleh banyak pihak. Pengamat budaya menilai, musyawarah antar anggota keluarga merupakan tradisi penting dalam menjaga harmoni Keraton.
Jika penobatan dilakukan tanpa mufakat, dikhawatirkan dualisme kepemimpinan kembali terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya.
Rembug keluarga dinilai menjadi jembatan agar adat, hukum, dan kepentingan keluarga bisa berjalan beriringan demi menjaga kehormatan Keraton.
5. Menjelang 15 November, Semua Mata ke Surakarta
Publik kini menanti apakah penobatan Pakubuwono XIV tetap berlangsung sesuai jadwal atau akan ditunda demi mencapai kesepakatan. Persiapan upacara adat disebut hampir rampung, tetapi nada hati-hati masih terdengar dari sejumlah tokoh internal.
Masyarakat berharap Jumenengan kali ini tidak hanya menjadi perayaan budaya, melainkan juga simbol rekonsiliasi dan persatuan keluarga besar Keraton Surakarta.
Tanggal 15 November 2025 akan menjadi momen penentu arah baru bagi Keraton Surakarta. Di satu sisi, penobatan Pakubuwono XIV diharapkan menjadi momentum pelestarian tradisi Jawa.
Di sisi lain, seruan rembug keluarga menunjukkan bahwa keutuhan dan kebijaksanaan masih menjadi nilai tertinggi dalam menjaga marwah Keraton.
Apakah Jumenengan akan tetap digelar atau dimusyawarahkan ulang, jawabannya akan terungkap di tanggal yang dinantikan itu.
Baca Juga: 5 Fakta Panas di Balik Deklarasi Paku Buwono XIV di Tengah Duka Keraton Surakarta
Kontributor : Dinar Oktarini
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Legislator Sebut Andrea Bocelli Bantu Perluas Promosi Budaya Indonesia
-
Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun