- Isuzu Panther tahun 2005/2006 dinilai sangat andal karena mesin legendarisnya yang bandel dan perawatan relatif minimalis.
- Toyota Kijang Kapsul Diesel 1997 serta Mitsubishi Kuda Diesel 2002 menawarkan ketangguhan mesin durabilitas tinggi meski performa mesinnya kurang bertenaga.
- Chevrolet Captiva 2008 dan Spin 2012 menawarkan teknologi turbo canggih dan desain modern, namun memiliki potensi biaya perawatan yang lebih tinggi.
SuaraJawaTengah.id - Fenomena "cumi darat" yang identik dengan mobil diesel bertenaga seperti Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport seolah menjadi simbol status di jalanan Indonesia.
Namun, untuk merasakan sensasi mesin diesel yang tangguh dan irit, Anda tidak perlu merogoh kocek hingga setengah miliar rupiah.
Di tengah tren global yang beralih ke kendaraan listrik, pasar otomotif Tanah Air masih sangat mencintai mesin diesel.
Alasannya jelas: efisiensi bahan bakar superior dan kemampuannya menenggak solar subsidi yang murah membuat biaya operasional sangat ramah di kantong.
Bagi Anda yang bermimpi memiliki mobil diesel dengan budget terbatas, kabar baiknya adalah banyak pilihan berkualitas dengan harga di bawah Rp100 juta.
Mengutip ulasan dari kanal YouTube FUSE BOX, berikut adalah lima pilihan mobil diesel bekas yang harganya sudah terjangkau namun tetap layak dimiliki.
Berikut adalah lima mobil diesel bekas di bawah Rp100 juta yang dinilai masih tangguh dan patut dipertimbangkan:
1. Isuzu Panther (2005/2006): Sang 'Raja Diesel' Abadi
Mustahil membahas mobil diesel murah tanpa menyebut Isuzu Panther. Mobil berjuluk "Raja Diesel" ini bisa Anda pinang di kisaran harga Rp70 hingga Rp80 juta untuk model facelift tahun 2005 atau 2006, yang sudah tampil lebih segar pada bagian lampu, gril, dan fog lamp.
Baca Juga: 5 Pilihan Mobil Bekas Budget Rp100 Juta, BBM Irit hingga Perawatan Mudah
Desainnya yang timeless dan mudah dimodifikasi menjadi daya tarik tersendiri. Namun, kekuatan utamanya terletak pada mesin legendaris 4JA1 2.500 cc Turbo yang terkenal "bandel dan badak". Panther adalah pilihan paling aman bagi Anda yang mencari mobil diesel dengan perawatan minimalis dan siap menenggak solar subsidi tanpa rewel.
2. Toyota Kijang Kapsul Diesel (1997): Legenda yang Super Irit
Sebagai rival abadi Panther, Toyota Kijang Kapsul generasi keempat versi diesel kini menjadi buruan dengan harga sangat terjangkau, mulai dari Rp60 jutaan untuk tipe LSX tahun 1997. Mobil ini menggendong mesin diesel 2.446 cc berkode 2L yang juga terkenal tangguh dan tak rewel.
Namun, ada kompromi besar yang harus diterima. Mesin ini belum dilengkapi turbo, sehingga performanya dikenal "lemot banget" dan cenderung berisik saat berakselerasi. Meski begitu, daya tahan mesin dan nama besar Toyota tetap menjadi jaminan kualitasnya.
3. Mitsubishi Kuda Gen 2 Diesel (Mulai 2002): Alternatif Gagah
Diperkenalkan pada 2002, Mitsubishi Kuda generasi kedua menawarkan desain yang lebih mengotak dan gagah, mirip Panther Grand Touring. Dengan harga mulai dari Rp60 juta, Kuda diesel dibekali mesin 2.500 cc Direct Injection yang cukup bertenaga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
BRI DPLK: Cara Buka Dana Pensiun dan Aktifkan Autopayment di BRImo
-
Polisi Libatkan Densus 88 dan Jatanras Usut Pembakaran Warung Mi dan Babi di Sukoharjo
-
Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu
-
20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI
-
UU Ketenagakerjaan Dikejar Deadline, Akademisi Soroti Minimnya Riset Empiris