- Dosen Untag Semarang, Dwinanda Linchia Levi (35), ditemukan meninggal tanpa busana di hotel pada Senin, 17 November 2025.
- Keluarga terkejut mengetahui almarhumah tercatat dalam Kartu Keluarga AKBP Basuki tanpa hubungan resmi.
- Polda Jateng membenarkan hubungan asmara antara almarhumah Levi dan AKBP Basuki sejak 2020.
SuaraJawaTengah.id - Di tengah teka-teki kematian dosen Hukum Pidana Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang, Dwinanda Linchia Levi (35) yang ditemukan meninggal dalam kondisi tanpa busana, Senin (17/11/2025) di kamar hotel Kawasan Gajahmungkur, Kota Semarang.
Keluarga justru dibuat terkejut setelah mengetahui ternyata sang dosen pernah secara diam-diam berpindah Kartu Keluarga (KK) tanpa memberi kabar kepada siapa pun, termasuk kakak kandungnya.
Diketahui Levi justru tercatat dalam satu KK yang sama dengan AKBP Basuki di Perumahan Semawis Blok D.10, RT 002 RW 009, Kelurahan Kedungmundu, Kecamatan Tembalang.
Padahal, keduanya tidak memiliki hubungan resmi, sementara AKBP Basuki sendiri sudah berkeluarga.
Permasalahan pindah KK juga turut disoroti kakak kandung Levi, Perdana Cahya Devian Melasco atau Vian.
Dia menceritakan bahwa mereka hanya dua bersaudara dan telah berstatus yatim piatu sejak 2024.
Selepas ibunya meninggal, Vian berinisiatif mengurus surat kematian sekaligus membuat KK terbaru. Namun ia dibuat kaget karena KK tersebut hanya memuat namanya sendiri, sementara nama adiknya tidak tercantum.
"Saat mengurus KK baru, saya sempat kaget karena hanya nama saya yang muncul. Saya tidak menanyakan hal itu kepada adik saya, karena dia memang orang yang tertutup," ujar Vian saat dihubungi SuaraJawaTengah, Jumat (21/11/2025).
Vian menceritakan adiknya Levi lahir dan besar di Banyumas. Dia baru pindah ke Semarang sekitar tahun 2016 untuk menempuh pendidikan S3 di Universitas Diponegoro (Undip). Sebelumnya, Levi menyelesaikan studi S1 dan S2 di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
Baca Juga: Kisah Kematian Dosen Untag yang Penuh Misteri: Hubungan Gelap dengan Polisi Jadi Sorotan
Menurut Vian, Levi dikenal sebagai sosok yang supel kepada banyak orang. Namun kepada keluarga di rumah, ia justru cenderung tertutup dan tidak pernah membicarakan urusan pribadi dan lain-lainnya termasuk soal hubungannya dengan AKBP Basuki.
"Dia itu orangnya sangat protektif soal urusan pribadi. Jadi tidak akan diceritakan ke siapa pun, termasuk keluarga," paparnya.
Kematian adik kandung semata wayangnya dalam kondisi yang tidak wajar membuat Vian tergerak untuk mencari keadilan.
Sebagai perwakilan keluarga besar, ia meminta polisi untuk transparan dalam mengungkap penyebab kematian Levi, termasuk menjelaskan peran AKBP Basuki yang berada di dalam kamar yang sama saat peristiwa terjadi.
Pihak keluarga juga telah menunjuk Zainal Petir sebagai kuasa hukum. Mereka berharap langkah ini dapat membuat kasus kematian sang adik terungkap secara terang benderang.
"Saya menerima informasi adik meninggal itu dari pihak kampus pada hari Senin sekitar pukul 18.00 WIB. Dari kampus juga ternyata mencari kontak saya atau keluarga Levi," terangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Putus Tren Negatif vs Deltras FC, Stefan Keeljes Puji Kerja Keras Pemain Kendal Tornado FC
-
Liburan Makin Untung, BRI Tawarkan Cashback Menarik untuk Transaksi Luar Negeri
-
Bicara ke 503 Ketua DPRD di Akmil, Prabowo: Kita Boleh Beda Partai Tapi Tetap Satu Patriot
-
Ultimatum Zulhas ke SPPG: Ini Misi Peradaban, Jangan Cuma Cari Cuan!
-
Gebrakan PKB Jateng: 819 Kader Jalani Fit and Proper Test Demi Mesin Politik 2029!