-
Operasi SAR longsor Desa Cibeunying, Cilacap, memasuki hari ke-10 untuk mencari 2 remaja putri hilang: Maysarah (14) dan Vani (12).
-
Tim SAR bekerja maksimal membagi kekuatan di dua titik (Worksite A-1 dan B-1) menggunakan alat berat dan tenaga manual untuk menembus material longsor.
-
Nasib operasi pencarian, apakah akan dilanjutkan atau dihentikan, akan diputuskan pada rapat evaluasi tim SAR sore hari ini berdasarkan efektivitas dan petunjuk di lapangan.
SuaraJawaTengah.id - Suasana haru dan ketegangan masih menyelimuti Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Memasuki hari ke-10 pascabencana, Sabtu (22/11/2025), operasi pencarian korban longsor dahsyat yang terjadi pekan lalu kini berada di fase paling krusial.
Waktu seolah berjalan sangat lambat bagi keluarga korban yang menanti kepastian, sementara Tim SAR gabungan terus berpacu melawan medan berat demi menemukan dua warga yang masih dinyatakan hilang.
Fokus utama tim penyelamat saat ini tertuju pada dua sosok remaja putri, yakni Maysarah Salsabila (14) dan Vani Hayati Lanjarsari (12).
Keduanya diduga kuat masih tertimbun material tanah di dua sektor pencarian yang berbeda. Upaya maksimal pun dikerahkan, memadukan tenaga manusia dan kekuatan alat berat untuk menembus ketebalan lumpur.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Cilacap, Priyo Prayudha Utama, menjelaskan bahwa pihaknya tidak ingin menyisakan celah sedikitpun dalam operasi hari ini.
Tim SAR membagi kekuatan penuh ke dalam dua lokasi kerja utama, yaitu Worksite A-1 dan Worksite B-1.
Di Worksite A-1, tantangan medan memaksa tim bekerja dengan ketelitian tinggi. Penambahan personel dilakukan secara signifikan di titik ini karena metode yang digunakan lebih banyak mengandalkan tenaga manual dan alat bantu air.
“Di Worksite A-1 kami mengerahkan alat berat di titik-titik yang telah ditandai untuk mempercepat pencarian,” ujarnya, dilansir dari Antara.
Sedangkan di Worksite B-1, alat berat (ekskavator) menjadi ujung tombak untuk menggali tumpukan tanah yang lebih masif di titik-titik yang dicurigai terdapat korban.
Baca Juga: Pencarian Korban Longsor Cibeunying Cilacap Terus Dilakukan, 6 Korban Ditemukan di Hari Ketiga
“Di Worksite B-1 kami mengerahkan alat berat di titik-titik yang telah ditandai untuk mempercepat pencarian,” katanya menegaskan strategi teknis di lapangan.
Tragedi ini bermula pada Kamis (13/11) malam sekitar pukul 19.00 WIB, saat tebing tanah menerjang pemukiman di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut. Data terakhir hingga Sabtu pagi menunjukkan dampak yang memilukan:
- Total Korban Meninggal Dunia: 21 orang telah ditemukan.
- Korban Selamat: 23 orang.
- Dalam Pencarian: 2 orang.
Dua nama terakhir yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) bencana ini adalah anak-anak yang seharusnya memiliki masa depan panjang. Maysarah Salsabila (14) diyakini berada di area Worksite A-1, sementara Vani Hayati Lanjarsari (12) diduga tertimbun di area Worksite B-1. Doa dan harapan masyarakat Cilacap terus mengalir agar keduanya bisa segera ditemukan untuk disemayamkan dengan layak.
Priyo Prayudha Utama menyebutkan bahwa nasib operasi ini akan ditentukan pada Sabtu sore ini melalui rapat evaluasi menyeluruh. Pihaknya akan melihat efektivitas pencarian dan tanda-tanda di lapangan.
“Kita lihat apakah ada tanda-tanda yang menguatkan untuk korban bisa kita evakuasi atau tidak,” kata Priyo.
Berita Terkait
-
Pencarian Korban Longsor Cibeunying Cilacap Terus Dilakukan, 6 Korban Ditemukan di Hari Ketiga
-
Update Longsor Cilacap: Bocah 6 Tahun Ditemukan, 17 Korban Masih Tertimbun 8 Meter
-
Yuni Ditemukan Tewas Tertimbun Longsor Cilacap, Tim SAR Kejar Waktu Cari 20 Korban Lainnya
-
Tanah Masih Bergerak, Tim SAR Terabas Medan Sulit Cari 21 Korban Longsor Maut Cilacap
-
Alarm BMKG! Hujan Ekstrem Ancam Cilacap-Banyumas, Potensi Bencana Sangat Tinggi
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Duh! Guru dan Murid di Blora Jadi Korban Investasi Bodong, Ini 7 Faktanya
-
Miris! Tolak Batal Puasa, Siswa SD di Brebes Dihajar 6 Teman Sekelas, Ini 7 Faktanya
-
Buruan Daftar! Rekrutmen Manajer Kopdes Merah Putih 2026 untuk Jateng - Jogja Dibuka, Ini 7 Faktanya
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama