Budi Arista Romadhoni
Senin, 24 November 2025 | 21:58 WIB
Keraton Kasunanan Surakarta atau Keraton Solo. (Suara.com/Ari Welianto)
Baca 10 detik
  • Dualisme Keraton Kasunanan Surakarta dikhawatirkan berdampak serius terhadap stabilitas dan perekonomian Kota Solo.
  • Stabilitas internal keraton penting karena menghasilkan kepastian, yang menjadi modal utama bagi pertumbuhan investasi dan ekonomi.
  • Pemerintah diharapkan menjaga paugeran adat keraton untuk mengembalikan keraton pada landasan yang benar.

Keraton bukan sekedar simbol budaya, melainkan aset strategis dalam struktur sosial, budaya, dan perekonomian kota Surakarta. 

Dia meyakini, masa keemasan Keraton Surakarta akan terwujud ketika stabilitas dan soliditas internal terjaga.

Pasalnya keraton bukan hanya menggerakkan budaya, keraton sudah terbukti mampu menggerakkan ekonomi di Kota Bengawan. Maka dikhawatirkan akan menganggu perekonomian jika di dalam tubuh keraton tidak stabil.

Maka dari itu, selain stabilitas, juga tata kelolanya harus dikuatkan secara profesional dan akuntabel.

"Keraton itu menguatkan perekonomian, pariwisata, dan marwah kota. Dan dari sanalah Surakarta dapat menapaki kembali kejayaannya," tuturnya.

"Setiap puncak kejayaan Surakarta, baik pada era PB II, PB IV–V, PB X, maupun masa awal republik, selalu diawali oleh peran dan eksistensi keraton," harap dia.

Load More