- Menteri UMKM Maman Abdurrahman meninjau penyaluran KUR di BRI Unit Kartini Semarang pekan ini untuk memastikan efektivitas prosesnya.
- Menteri menguji staf BRI mengenai syarat KUR, termasuk survei usaha dan ketiadaan agunan untuk pinjaman hingga Rp100 juta.
- Maman mensosialisasikan kebijakan baru KUR 2026 yang memungkinkan pengajuan berkali-kali dengan bunga tetap enam persen.
SuaraJawaTengah.id - Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memberikan apresiasi tinggi kepada seorang Mantri BRI saat melakukan kunjungan kerja ke BRI Unit Kartini Semarang Ahmad Yani, Semarang, pekan ini.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau dan memastikan proses penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku UMKM berjalan efektif dan sesuai dengan regulasi pemerintah.
Dalam kunjungannya, Menteri Maman berinisiatif melakukan dialog langsung dengan salah satu staf marketing BRI untuk memahami implementasi kebijakan di level operasional.
Ia melakukan simulasi sebagai calon nasabah untuk menguji pemahaman staf terkait prosedur pengajuan KUR.
"Misalnya saya mau mengajukan KUR. Saya mau pinjam duit Rp 50 juta. Apa saja syaratnya?" tanya Maman.
Dengan sigap, Mantri BRI tersebut menjelaskan bahwa syarat yang diperlukan hanya dua, yakni calon peminjam harus memiliki usaha yang berjalan dan lolos proses BI Checking (Sistem Layanan Informasi Keuangan/SLIK OJK).
Menteri Maman kemudian melanjutkan simulasinya untuk menggali lebih dalam. "Kita anggap dua-duanya (syarat) sudah lulus. Lalu apa selanjutnya," cecar Maman.
Sang Mantri BRI menerangkan bahwa tahap berikutnya adalah proses survei ke lokasi usaha calon nasabah. Menurutnya, survei ini penting untuk menilai skala serta kapasitas usaha, yang akan menjadi dasar penentuan plafon pinjaman dan jangka waktu angsuran yang paling sesuai.
"Sehingga nanti saat melakukan pembayaran, calon nasabah tidak kesusahan," jelas Mantri BRI tersebut.
Baca Juga: BRI Jaga Kualitas KUR dari Dana Rp147,2 Triliun untuk UMKM, Jaga Kualitas Kredit Kewirausahaan
Puncak dari dialog tersebut adalah ketika Menteri Maman menanyakan isu yang paling sering menjadi sorotan para pelaku usaha mikro, yakni terkait agunan atau jaminan.
"Saya mau tanya lagi, Mas. Masalah agunan, bagaimana?" tukas Maman.
"Enggak pakai agunan, Pak," jawab Mantri BRI dengan lugas dan penuh keyakinan.
Mendengar jawaban itu, Menteri UMKM menegaskan bahwa ia masih sering menerima laporan adanya praktik permintaan agunan untuk pinjaman KUR di bawah Rp 100 juta. Namun, Mantri BRI tersebut kembali mengonfirmasi bahwa di unitnya, kebijakan tersebut ditegakkan dengan ketat.
"Yang tidak dimintai agunan yang meminjam dari angka berapa?" lanjut Maman.
"Satu sampai 100 juta," jawab Mantri BRI.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Atasi Limbah Rumah Tangga, Pemprov Jateng Diganjar Rekor MURI Pengumpulan Minyak Jelantah Terbanyak
-
14 Tahun Mengabdi, Mantri BRI Wisnu Dampingi UMKM dari Kesulitan Modal hingga Naik Kelas
-
Kisah Darwati, Agen BRILink yang Dekatkan Layanan Perbankan hingga Pelosok Kabupaten Semarang
-
Legislator Sebut Andrea Bocelli Bantu Perluas Promosi Budaya Indonesia
-
Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri