- Kairul Anwar, anggota Exco PSSI Pusat, memastikan maju dalam pemilihan Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah Desember 2025.
- Visi misinya fokus pada pengembangan SDM dan peningkatan profesionalisme pelaku sepak bola selama lima tahun.
- Langkah ini ditempuh melalui edukasi, pelatihan, dan sertifikasi untuk meraih prestasi serta tata kelola modern.
SuaraJawaTengah.id - Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Pusat Kairul Anwar memastikan maju di ajang pemilihan Ketua Asosiasi Provinsi atau Asprov PSSI Jateng.
Seperti diketahui, kongres pemilihan ketua umum Asprov PSSI Jateng akan dilaksanakan pada pertengahan Desember 2025 mendatang.
Ada sejumlah program yang dia siapkan dalam visi misi untuk pencapaian prestasi cabang olahraga sepak bola selama lima tahun jika terpilih.
Di antaranya adalah pengembangan sumber daya manusia di bidang sepak bola, meningkatkan profesionalisme seluruh pelaku sepak bola baik secara teknis dan nonteknis.
"Jadi hal utama yang perlu menjadi perhatian dan menjadi fondasi dalam pengembangan sepakbola adalah memiliki dan mengelola Sumber Daya Manusianya," kata Kairul Anwar, Minggu (30/11/2025).
Dia memapatkan, tuntutan mendorong seluruh pelaku sepa kbola yang profesional sudah selayaknya dilakukan untuk peningkatan mutu, baik pada aspek teknis maupun administrasi.
Pelaku sepakk bola tak hanya sektor pelatih, namun juga administrator, Perangkat Pertandingan dan keprofesian lainnya.
Menurut Kairul, langkah tersebut dapat dilakukan melalui memperbanyak program edukasi/pendidikan, pelatihan, sertifikasi dan pembinaan yang berkelanjutan.
"Semua itu demi tercapainya prestasi yang diharapkan dan tata kelola persepakbolaan yang modern serta berdaya saing," tegas dia.
Baca Juga: Ambisi Comeback PSIS Dimulai: Mampukah Mahesa Jenar Taklukkan Persiku Tanpa Ivanovic?
Profil Kairul Anwar
Kairul Anwar sendiri bukan sosok sembarangan di dunia sepak bola Indonesia.
Pria yang lahir di Tulungagung pada 28 November 1971 ini pernah menjabat sebagai ketua Komisi Banding di Asprov PSSI Jawa Tengah hingga Anggota Komite Disiplin PSSI.
Kairul pernah menjadi Direktur dan General Manager PSIS Semarang pada tahun 2010-an. PSIS pun dibawanya promosi ke kasta tertinggi 2017 silam.
Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai ketua DPC Asosiasi Advokat Indonesia Kota Semarang, Ketua Komite Advokasi Daerah (KAD) Jateng inisiasi dari KPK, Ketua DPC AAI Semarang, Sekjen Korwil Jateng & DIY
HKPI.
Lalu di bidang olahraga, Kairul Anwar pernah menempati sejumlah posisi penting, mulai Anggota Wakabid Hukum KONI
Pusat Jakarta, Anggota Pengawas Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia hingga Ketua Pertina Jateng.
Kairul sosok lulusan S1 Ilmu Hukum di Universitas Semarang dan berlanjut Magister Ilmu Hukum Universitas Diponegoro. Dirinya saat ini masih menjalani pendidikan Program Doktor Ilmu Hukum di Universitas Sebelsa Maret (UNS).
Meski jarang tampil di hadapan media sebagai anggota Exco PSSI, Kairul Anwar seringkali mengisi berbagai acara yang digelar oleh PSSI.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Bukan Hanya Uang Negara: Gubernur Tegaskan BUMD Jateng Harus Memberi Kontribusi Nyata untuk Rakyat
-
Indosat Ooredoo Hutchison Tancap Gas di 2026: Laba Bersih Melonjak Berkat Strategi AI
-
Semen Gresik Bagikan Hadiah Utama 3 Motor Matic kepada Sopir Hebat dengan Poin Tertinggi
-
Viral di Blora: Pria Kepergok Mesum Laporkan Warga atas Dugaan Penganiayaan
-
BRI Bantu 60.000 Keluarga Punya Rumah Subsidi di 2026, Begini Strateginya