- BMKG mengumumkan Jawa Tengah resmi memasuki musim hujan, dengan 526 zona musim di Indonesia telah beralih.
- Kondisi ini meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, rob di Semarang, dan tanah longsor di perbukitan.
- BMKG mengimbau warga proaktif menjaga lingkungan dan drainase, serta bijak dalam penggunaan air bersih saat musim hujan.
SuaraJawaTengah.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengumumkan bahwa Provinsi Jawa Tengah, termasuk ibu kotanya Semarang, telah memasuki periode musim hujan.
Kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat, terutama terkait potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, rob, dan tanah longsor.
Berdasarkan data yang dirilis BMKG hingga akhir November 2024, Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi yang terkonfirmasi sudah memasuki musim penghujan.
Secara nasional, laporan BMKG pada Kamis dini hari menyebutkan bahwa sekitar 75,3 persen zona musim di Indonesia telah beralih dari kemarau ke hujan.
"Dari total 698 zona hujan di Tanah Air, sebanyak 526 di antaranya kini berada dalam fase penghujan," tulis laporan tersebut.
Bagi Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang dan wilayah pesisir Pantura lainnya, awal musim hujan seringkali menjadi penanda meningkatnya ancaman bencana.
Kota Semarang yang secara geografis rentan terhadap banjir dan rob (banjir akibat pasang air laut) perlu melakukan langkah-langkah mitigasi konkret.
Curah hujan dengan intensitas tinggi yang turun dalam waktu singkat berpotensi menggenangi sejumlah kawasan dataran rendah.
Selain itu, wilayah lain di Jawa Tengah seperti kawasan pegunungan tengah juga dihadapkan pada risiko tanah longsor.
Baca Juga: 5 MPV Bensin Keluarga Terbaik Rp50 Jutaan Buat Libur Akhir Tahun 2025
Daerah dengan kontur perbukitan menjadi sangat rentan ketika tanah jenuh akibat serapan air hujan yang terus-menerus. Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi dampak buruk cuaca ekstrem.
BMKG secara spesifik menyoroti pentingnya peran aktif warga dalam menjaga lingkungan sekitar sebagai langkah antisipasi. Imbauan ini sangat relevan bagi warga di kota-kota padat seperti Semarang, di mana sistem drainase yang buruk dapat memperparah genangan.
“Bagi masyarakat di daerah yang telah memasuki musim hujan, periksa kondisi lingkungan agar mampu menampung serta mengalirkan air hujan dengan baik,” demikian petikan pesan BMKG melalui keterangan resminya.
Lembaga tersebut juga mengingatkan agar masyarakat tetap bijak dalam penggunaan air bersih, meskipun telah memasuki musim hujan.
“Gunakan air secara hemat dan bijak agar risiko kekeringan dapat dihadapi bersama."
Wilayah lain yang juga telah memasuki musim hujan bersamaan dengan Jawa Tengah meliputi sebagian besar Pulau Jawa seperti Jawa Barat, Jakarta, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, serta wilayah lain di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.
Berita Terkait
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- Wapres RI Mundur Saat Ekonomi Bergejolak, Hubungan Dengan Presiden Memburuk
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda
- Rudal Houthi Ancam Piala Asia 2027 di Arab Saudi: AFC Bungkam, Jepang Resmi Mundur dari Turnamen
Pilihan
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
Terkini
-
Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten
-
KPK Buka Penyidikan Baru Kasus Fadia Arafiq, Belum Ada Tersangka
-
Membangun Ekonomi dari Akar Rumput, BRI Dukung Koperasi Merah Putih
-
Preview Kendal Tornado FC vs Persiba: Laskar Badai Pantura Bertekad Jaga Momentum
-
KPK Belum Tetapkan Tersangka dalam Penyidikan Baru Kasus Fadia Arafiq