- BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Jawa Tengah pada Senin (16/2/2026).
- Ancaman cuaca ekstrem serupa juga diprakirakan melanda beberapa provinsi lain di Indonesia bagian barat dan timur.
- Masyarakat Jawa Tengah diimbau waspada dampak seperti banjir dan longsor, serta memutakhirkan informasi dari sumber resmi BMKG.
SuaraJawaTengah.id - Jawa Tengah kembali berada dalam bayang-bayang ancaman cuaca ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang diprakirakan akan melanda wilayah ini pada Senin (16/2/2026).
Prediksi ini bukan sekadar angka, melainkan alarm keras bagi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terburuk, mulai dari banjir bandang hingga tanah longsor.
Prakirawan BMKG, Bintari, dalam tayangan prakiraan cuaca yang dipantau melalui kanal YouTube BMKG, secara spesifik menyebutkan Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi yang berpeluang besar dilanda hujan lebat dan sangat lebat.
Selain Jawa Tengah, potensi cuaca ekstrem serupa juga mengancam wilayah lain seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Papua, dan Papua Pegunungan.
Peringatan ini menggarisbawahi bahwa fenomena cuaca ekstrem kini menjadi ancaman yang merata di berbagai penjuru Indonesia.
Bagi Jawa Tengah, peringatan ini datang di tengah kondisi geografis yang rentan terhadap bencana hidrometeorologi. Dengan banyaknya daerah pegunungan dan aliran sungai, hujan lebat yang terus-menerus dapat dengan cepat memicu banjir di dataran rendah dan longsor di lereng-lereng bukit.
Pengalaman pahit bencana banjir di Grobogan dan Semarang yang terjadi baru-baru ini menjadi bukti nyata betapa cepatnya cuaca ekstrem dapat melumpuhkan aktivitas dan merenggut ketenangan warga.
BMKG juga memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat terjadi di sejumlah wilayah lain yang masuk kategori waspada, termasuk di wilayah Indonesia bagian barat.
Hujan disertai petir juga diprakirakan akan mengguyur Pekanbaru, Tanjung Pinang, Padang, Palembang, Bandar Lampung, Yogyakarta, dan Banjarmasin.
Baca Juga: Jawa Tengah Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Sepanjang Hari Ini, Waspada Potensi Cuaca Ekstrem!
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Medan, Bengkulu, Serang, Jakarta, dan Bandung. Untuk Jawa Tengah sendiri, meskipun ada prakiraan hujan ringan di Semarang, potensi hujan lebat hingga sangat lebat secara keseluruhan tetap menjadi fokus kewaspadaan utama.
Masyarakat di Jawa Tengah diimbau untuk tidak lengah. BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.
Dampak lanjutan seperti genangan, banjir, dan pohon tumbang adalah ancaman nyata yang harus diantisipasi. Kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga setiap individu dan komunitas. Mempersiapkan jalur evakuasi, mengamankan dokumen penting, dan membersihkan saluran air di sekitar rumah adalah langkah-langkah sederhana namun krusial yang dapat dilakukan.
Selain itu, BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui laman resmi BMKG di www.bmkg.go.id maupun melalui media sosial @info.bmkg. Akses informasi yang akurat dan terkini adalah kunci untuk mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi potensi bencana. Di tengah ketidakpastian iklim global, kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi benteng utama bagi Jawa Tengah untuk meminimalkan dampak buruk dari amukan cuaca ekstrem.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Peringati HUT RI ke-81, Semen Gresik Dorong Insan Perusahaan Hadirkan Karya Terbaik bagi Negeri
-
Lulus S2 di Semarang, WN Afghanistan Malah Dideportasi Gara-Gara Bikin Restoran
-
Geger! Janjikan Haji Bersubsidi Rp100 Juta, Warga Solo Ditangkap Usai Korban Gagal Berangkat
-
Ekonomi Jateng Tumbuh 5,8 Persen, Kemiskinan Masih 9,21 Persen, Ahmad Luthfi Akui Masih Banyak PR
-
Baru 100 Meter Tinggalkan SPBU, Mobil Xenia di Semarang Terbakar