- Acara Shakeout Run dan Grand Opening P! Coffee di Semarang mengumpulkan ratusan anak muda dari berbagai komunitas lari.
- Kolaborasi P! Coffee dan BRI ini bertujuan menggabungkan gaya hidup sehat dengan edukasi literasi perbankan digital.
- Kegiatan ini menarik peserta dari luar kota seperti Jakarta dan Yogyakarta, menunjukkan daya tarik komunitas di Semarang.
SuaraJawaTengah.id - Ratusan anak muda dari berbagai komunitas lari memeriahkan pusat Kota Semarang dalam acara Shakeout Run yang dilanjutkan dengan Grand Opening P! Coffee.
Acara yang merupakan kolaborasi strategis antara P! Coffee dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) ini berhasil menggabungkan semangat gaya hidup sehat dengan edukasi finansial yang relevan bagi generasi milenial dan Gen Z.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang lari bersama, tetapi juga sebagai platform untuk mendekatkan layanan perbankan digital kepada segmen anak muda yang dinamis.
Kolaborasi ini menunjukkan pergeseran strategi brand dalam merangkul komunitas yang spesifik dan relevan.
Salah satu manajemen P! Coffee menyatakan bahwa acara ini merupakan langkah awal untuk memperkenalkan konsep baru sebuah kafe di jantung Kota Atlas.
Menurutnya, P! Coffee dirancang bukan sekadar tempat minum kopi, melainkan sebagai sebuah hub atau titik temu bagi berbagai komunitas kreatif.
"ini adalah bagian dari pengenalan anak muda untuk konsep baru caffee di tengah kota semarang. Hadir di acara bukan hanya komunitas di kota semarang. Tetapi kota besar lainnya. Turut hadir juga dari jakarta, yogya, dan kota besar sekitar semarang. Acara ini sebagai bentuk silaturahmi dan pengenalan perbankan buat anak muda," ujarnya.
Kehadiran peserta dari luar kota seperti Jakarta dan Yogyakarta membuktikan bahwa daya tarik acara ini melampaui batas geografis Semarang, sekaligus mengukuhkan posisi kota ini sebagai salah satu pusat kegiatan anak muda yang patut diperhitungkan.
Di sisi lain, keterlibatan BRI dalam acara ini bukan tanpa alasan. Di tengah masifnya digitalisasi layanan keuangan, edukasi dan literasi perbankan menjadi kunci untuk menjangkau nasabah muda.
Baca Juga: BRIsat Jadi Pilar Transformasi Digital BRI dan Penguatan Ekosistem Keuangan Nasional
BRI melihat komunitas lari sebagai ceruk pasar yang potensial, di mana anggotanya umumnya melek teknologi dan terbuka terhadap inovasi.
Sanie Febriyanti, Funding and Transaction Manager BRI, menekankan pentingnya sinergi antara lembaga keuangan dengan komunitas anak muda.
Ia melihat acara seperti ini sebagai jembatan yang efektif untuk menyampaikan pesan literasi finansial secara santai dan mudah diterima.
"Pentingnya komunitas dan pengenalan leterasi perbankan untuk anak muda di era digitalisasi seperti saat ini," kata Sanie.
Melalui dukungan pada acara yang dekat dengan hobi dan gaya hidup anak muda, BRI berupaya membangun citra sebagai mitra finansial yang modern dan memahami kebutuhan generasi masa kini, sekaligus mendorong adopsi layanan perbankan digital seperti BRImo dan transaksi non-tunai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
BRI DPLK: Cara Buka Dana Pensiun dan Aktifkan Autopayment di BRImo
-
Polisi Libatkan Densus 88 dan Jatanras Usut Pembakaran Warung Mi dan Babi di Sukoharjo
-
Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu
-
20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI
-
UU Ketenagakerjaan Dikejar Deadline, Akademisi Soroti Minimnya Riset Empiris