Budi Arista Romadhoni
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:54 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin saat memantau penanganan banjir di Jepara, Kudus, Pati pada Selasa (13/1/2026). [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Pemimpin daerah meninjau langsung lokasi parah di Jepara pada 13 Januari 2026 untuk percepatan koordinasi penanganan.
  • Distribusi bantuan logistik vital dari APBD dan APBN telah dikirimkan ke tiga kabupaten sejak 12 Januari 2026.
  • Tim gabungan segera dikerahkan untuk membuka akses darurat terputus menggunakan alat berat dan memastikan kebutuhan dasar terpenuhi.

"Tapi berkat kecepatan Basarnas, BPBD, relawan, termasuk TNI dan Polri, aksesnya bisa diterobos dengan jalan kendaraan roda dua,” ujar Luthfi.

4. Pembukaan Akses Darurat dengan Alat Berat

Di Desa Tempur, Jepara, yang terdampak longsor paling parah dengan 23 titik longsor, akses jalan sempat terputus dan mengisolasi hampir 3.600 kepala keluarga.

Pemprov Jateng segera mengerahkan alat berat untuk membuka akses darurat. Langkah ini krusial untuk memastikan distribusi logistik dan mobilitas warga tidak terhambat terlalu lama.

5. Pendirian Dapur Umum dan Pemenuhan Kebutuhan Dasar

Untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi, khususnya di daerah yang sulit dijangkau, dapur umum segera didirikan.

Distribusi logistik juga dilakukan menggunakan kendaraan roda dua untuk menjangkau wilayah yang aksesnya masih terbatas. Pemerintah memastikan pasokan bahan pokok tetap masuk ke desa-desa terdampak.

"Sementara ini, kebutuhan masyarakat kita atasi dengan dapur umum,” ujar Luthfi.

6. Penanganan Struktural Jangka Panjang

Baca Juga: Temui Demo Buruh, Gubernur Ahmad Luthfi Umumkan UMP dan UMK 2026, Naik 7,28 Persen

Gubernur Luthfi menekankan bahwa penanganan bencana tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga harus berkelanjutan. Salah satu fokus utama adalah penataan alur sungai dan penguatan infrastruktur jalan.

"Terutama penanganan sungai. Rencananya di sebelah kanan akan kita tangani dulu, baru kemudian bisa dibangun jalan," jelas Luthfi. Perencanaan ini bertujuan untuk mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan.

7. Pemberian Bantuan Tambahan dan Pengawalan Berkelanjutan

Selain logistik, Pemprov Jateng juga menyalurkan bantuan lain seperti dukungan kelompok usaha bersama (KUBE) dan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp260 juta di Desa Tempur.

"Bantuan sudah kita berikan dan akan kita tambah lagi kalau masih kurang,” kata Luthfi.

Pemprov berkomitmen untuk terus mengawal penanganan longsor Desa Tempur hingga akses kembali normal dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.

Load More