- Pemimpin daerah meninjau langsung lokasi parah di Jepara pada 13 Januari 2026 untuk percepatan koordinasi penanganan.
- Distribusi bantuan logistik vital dari APBD dan APBN telah dikirimkan ke tiga kabupaten sejak 12 Januari 2026.
- Tim gabungan segera dikerahkan untuk membuka akses darurat terputus menggunakan alat berat dan memastikan kebutuhan dasar terpenuhi.
"Tapi berkat kecepatan Basarnas, BPBD, relawan, termasuk TNI dan Polri, aksesnya bisa diterobos dengan jalan kendaraan roda dua,” ujar Luthfi.
4. Pembukaan Akses Darurat dengan Alat Berat
Di Desa Tempur, Jepara, yang terdampak longsor paling parah dengan 23 titik longsor, akses jalan sempat terputus dan mengisolasi hampir 3.600 kepala keluarga.
Pemprov Jateng segera mengerahkan alat berat untuk membuka akses darurat. Langkah ini krusial untuk memastikan distribusi logistik dan mobilitas warga tidak terhambat terlalu lama.
5. Pendirian Dapur Umum dan Pemenuhan Kebutuhan Dasar
Untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi, khususnya di daerah yang sulit dijangkau, dapur umum segera didirikan.
Distribusi logistik juga dilakukan menggunakan kendaraan roda dua untuk menjangkau wilayah yang aksesnya masih terbatas. Pemerintah memastikan pasokan bahan pokok tetap masuk ke desa-desa terdampak.
"Sementara ini, kebutuhan masyarakat kita atasi dengan dapur umum,” ujar Luthfi.
6. Penanganan Struktural Jangka Panjang
Baca Juga: Temui Demo Buruh, Gubernur Ahmad Luthfi Umumkan UMP dan UMK 2026, Naik 7,28 Persen
Gubernur Luthfi menekankan bahwa penanganan bencana tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga harus berkelanjutan. Salah satu fokus utama adalah penataan alur sungai dan penguatan infrastruktur jalan.
"Terutama penanganan sungai. Rencananya di sebelah kanan akan kita tangani dulu, baru kemudian bisa dibangun jalan," jelas Luthfi. Perencanaan ini bertujuan untuk mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan.
7. Pemberian Bantuan Tambahan dan Pengawalan Berkelanjutan
Selain logistik, Pemprov Jateng juga menyalurkan bantuan lain seperti dukungan kelompok usaha bersama (KUBE) dan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp260 juta di Desa Tempur.
"Bantuan sudah kita berikan dan akan kita tambah lagi kalau masih kurang,” kata Luthfi.
Pemprov berkomitmen untuk terus mengawal penanganan longsor Desa Tempur hingga akses kembali normal dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
-
Tim Gabungan Sita 2.188 Batang Rokok Ilegal di Wonosobo
-
Misi Promosi Liga 1 Dimulai! Kendal Tornado FC Bidik 3 Poin di Surabaya