- Banjir bandang terjadi di Kabupaten Pati akibat hujan deras, menyebabkan luapan sungai membawa material yang menyumbat jembatan.
- Dampak signifikan mencakup putusnya jembatan penghubung di Kecamatan Gembong dan kerusakan parah rumah warga di Margoyoso.
- BPBD mencatat 48 desa di 12 kecamatan terdampak, dengan status Siaga 2 ditetapkan karena debit air Kali Juana belum surut.
SuaraJawaTengah.id - Banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, setelah hujan deras mengguyur kawasan pegunungan Muria sejak Jumat malam.
Luapan sungai yang membawa material kayu, lumpur, dan sampah rumah tangga menyebabkan kerusakan infrastruktur, rumah warga, serta mengganggu aktivitas masyarakat di berbagai kecamatan.
Sebagaimana dikutip dari YouTube dan sumber lainnya Berikut rangkuman dampak banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Pati.
1. Sungai Meluap, Material Kayu Menyumbat Jembatan
Banjir bandang terjadi di Kecamatan Wedari Jaksa, Kabupaten Pati, akibat derasnya aliran sungai yang membawa tumpukan kayu besar dan sampah rumah tangga. Material tersebut tersangkut di bawah jembatan, menghambat aliran air dan menyebabkan sungai meluap hingga ke badan jalan.
Warga terlihat berusaha menghalau tumpukan kayu agar tidak semakin menyumbat aliran sungai. Kepanikan pun terjadi ketika kayu berukuran besar tidak dapat melewati jembatan, sehingga debit air meningkat dengan cepat. Hingga pagi hari, aliran sungai masih dipenuhi material kayu dan lumpur yang terbawa dari hulu.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, alat berat diturunkan ke lokasi guna mengevakuasi tumpukan sampah dan kayu. Pemandangan ini menjadi perhatian warga sekitar yang berkumpul menyaksikan proses pembersihan sungai.
2. Status Siaga 2, Warga Diminta Tetap Waspada
Hingga hari Minggu, luapan air di Kali Juana masih tinggi dan ditetapkan dalam status siaga 2. Air sungai yang keruh bercampur lumpur terus mengalir deras, menandakan debit air belum sepenuhnya surut.
Baca Juga: Jelajah Rasa! Ini Daftar Kota di Jawa Tengah yang Jadi Surganya Pecinta Kuliner
Warga yang bermukim di bantaran sungai diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Potensi air meluap ke jalan dan permukiman masih terbuka, mengingat kondisi sungai belum sepenuhnya stabil.
3. Jembatan Penghubung Antar Desa Putus
Dampak banjir bandang juga dirasakan di Kecamatan Gembong. Jembatan penghubung antara Desa Klakah Kasihan dan Desa Bageng putus akibat derasnya luapan banjir. Jembatan yang menjadi akses utama warga tersebut kini hanya menyisakan puing.
Jembatan sepanjang sekitar tujuh meter itu tidak dapat lagi dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Akibatnya, warga harus memutar jauh hingga berkilo-kilometer untuk mencapai desa tujuan. Kondisi ini menghambat mobilitas warga, termasuk aktivitas ekonomi dan akses layanan dasar.
Selain jembatan yang putus, longsor juga terjadi di tebing sungai di sekitar lokasi. Material longsoran terlihat tersapu arus banjir, memperparah kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.
4. Banjir Bandang Rusak Permukiman di Margoyoso
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan
-
Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya