- Shah terakhir Iran, Mohammad Reza Pahlavi, mewariskan kekayaan sekitar \$2 miliar saat meninggal pada tahun 1980.
- Sumber kekayaan utama berasal dari pendapatan minyak negara, yayasan tidak transparan, dan kepemilikan bisnis besar.
- Pemerintahan otoriter dan kekerasan terhadap demonstran memicu keresahan yang akhirnya menggulingkan monarki tahun 1979.
Ia secara efektif memberikan dirinya sendiri bagian pribadi dari keuntungan minyak.
Kerajaan Bisnis Pribadi Shah Iran: Dari Bank hingga Real Estat Global
Pada akhir tahun 1970-an, Mohammad Reza Pahlavi mengendalikan kerajaan pribadi yang membentang di setiap industri utama di Iran—dan jauh melampaui perbatasannya.
Para pembangkang dan jurnalis menyusun daftar kepemilikan langsungnya, yang sebagian besar dipegang secara diam-diam melalui Yayasan Pahlavi.
Entitas nirlaba ini menyebut dirinya sebagai badan amal tetapi berfungsi lebih seperti perusahaan induk kerajaan.
Catatan sebagian dari kepentingan bisnis Shah yang diketahui mencakup kepemilikan saham mayoritas atau signifikan di: 17 bank, termasuk Bank Omran, lembaga keuangan terbesar kelima di Iran; 80% saham perusahaan asuransi terbesar di Iran, bersama dengan saham mayoritas di perusahaan asuransi kedua; 25 perusahaan manufaktur logam; 8 operasi penambangan; 25% saham perusahaan semen terbesar di Iran; 45 perusahaan konstruksi; dan 43 perusahaan produksi dan pengolahan makanan. "Menurut salah satu perkiraan, 70% dari seluruh kamar hotel di Iran dimiliki oleh hampir semua hotel besar di negara tersebut," demikian disebutkan. Shah juga memiliki 10% saham General Motors Iran dan 25% saham perusahaan baja Jerman bernama Knipp.
Kekayaan pribadinya juga mencakup kepemilikan beberapa properti real estat di luar negeri, termasuk sebuah gedung perkantoran besar di 650 Fifth Avenue di New York City.
Sebagian besar aset ini secara nominal dikendalikan oleh Yayasan Pahlavi, yang menolak untuk mengungkapkan nilai kepemilikan atau pendapatannya.
Pada tahun 1979, ketika seorang pejabat Yayasan ditanya langsung untuk memperkirakan nilai asetnya, ia memberikan jawaban yang terkenal, "Apa itu uang?"
Baca Juga: 10 Perbedaan Utama Toyota Rush dan Daihatsu Rocky Varian Tertinggi, Lebih Bagus Mana?
Shah juga dilaporkan memiliki saham besar di Daimler-Benz, memengaruhi pengembangan Mercedes G-Class, dan mempertahankan kepentingan bisnis di seluruh Eropa dan Amerika Serikat.
Portofolio real estatnya membentang dari London hingga French Riviera dan Manhattan. Meskipun Shah membela kekayaan ini sebagai hal yang diperlukan untuk mempertahankan monarki dan mendanai kegiatan amal, ketidaktransparan dan besarnya kepemilikannya menarik perhatian publik yang semakin meningkat pada tahun 1970-an.
Di tengah meningkatnya ketidaksetaraan pendapatan dan gejolak politik, banyak warga Iran memandang kekayaannya sebagai bukti keserakahan dan korupsi yang tak terkendali, terutama jika dibandingkan dengan kemiskinan yang meluas di luar ibu kota.
Kehidupan Awal dan Pendidikan: Pembentukan Seorang Shah
Mohammad Reza Pahlavi lahir pada 26 Oktober 1919 di Teheran, Iran pada masa Dinasti Qajar. Ia adalah putra Reza Khan, yang kemudian menjadi Reza Shah Pahlavi, Shah pertama dari Wangsa Pahlavi.
Mohammad Reza adalah anak ketiga dari 11 bersaudara, ia memiliki saudara kembar perempuan bernama Ashraf.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Semarang Diprediksi Dikepung Awan Tebal
-
Misteri Kerangka Tanpa Nama di Hutan Mantingan: Tergolek Setahun, IdentitasBelum Terungkap
-
Pemprov Jateng Pastikan Penanganan, Perbaikan Jalan Randublatung-Cepu Masuk Tahapan Lelang
-
Transformasi BUMN Kian Diperkuat, Penerapan GCG Dinilai Beri Dampak Positif
-
Khoirul Muzaki dan Alfiatun Resmi Pimpin AJI Purwokerto 2026-2029