- Kerusuhan dipicu anjloknya mata uang rial Iran dan inflasi tinggi sejak 28 Desember, meluas di 186 kota.
- Pemerintah Iran menanggapi demonstrasi dengan tindakan keras menggunakan senjata, mengakibatkan ratusan korban tewas dan ribuan ditahan.
- Kondisi diperparah sanksi nuklir, sementara muncul ancaman intervensi militer dari Amerika Serikat terhadap Iran.
SuaraJawaTengah.id - Gelombang demonstrasi besar-besaran telah mengguncang Iran, memicu kekerasan dan penindasan yang mengerikan.
Ratusan orang diyakini tewas, sementara ribuan lainnya telah ditangkap. Situasi ini semakin diperparah dengan ancaman intervensi militer dari Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump.
Berikut adalah fakta-fakta kunci yang perlu diketahui mengenai kerusuhan yang melanda Iran berdasarkan dikutip dari BBC:
1. Pemicu Ekonomi: Anjloknya Rial dan Inflasi Mencekik
Kerusuhan bermula pada 28 Desember ketika para pemilik toko di Teheran turun ke jalan memprotes anjloknya nilai mata uang rial Iran terhadap dolar AS.
Nilai rial jatuh ke titik terendah sepanjang masa, sementara inflasi melonjak hingga 40%. Kondisi ini mengakibatkan melejitnya harga barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti minyak goreng dan daging, memicu kemarahan publik yang meluas.
"Pada 28 Desember, para pemilik toko turun ke jalan-jalan di Teheran untuk mengekspresikan kemarahan terhadap anjloknya nilai mata uang rial terhadap dollar AS."
2. Sanksi dan Salah Urus Pemerintah
Kondisi ekonomi Iran yang tertekan bukan hanya akibat salah urus dan korupsi di tubuh pemerintah, tetapi juga diperparah oleh sanksi internasional terkait program nuklirnya.
Baca Juga: Darurat Kecelakaan Kerja di Jawa Tengah: Wagub Taj Yasin Desak Perusahaan Genjot Budaya K3!
Sanksi ini telah melumpuhkan perekonomian negara, memperburuk penderitaan rakyat.
3. Meluasnya Protes dan Dukungan untuk Reza Pahlavi
Demonstrasi yang awalnya dipicu oleh masalah ekonomi segera menyebar dari Teheran ke kota-kota lainnya, dengan mahasiswa dari berbagai universitas turut bergabung.
Menjelang akhir pekan lalu, dukungan terhadap Reza Pahlavi, putra mendiang Shah Iran yang diasingkan, semakin meluas.
Menurut Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia Iran yang berbasis di AS, protes telah terjadi di 186 kota dan desa di seluruh 31 provinsi Iran.
4. Respons Keras Pemerintah dan Korban Jiwa
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Sebelum Dipulangkan Syafiq Ali Pendaki Hilang di Gunung Slamet akan Diautopsi di Pemalang
-
9 Fakta Mengerikan di Balik Kerusuhan Iran: Ratusan Tewas, Ribuan Ditangkap, dan Ancaman Militer AS
-
Suzuki Karimun 2015 vs Kia Visto 2003: Pilih yang Lebih Worth It Dibeli?
-
Banjir Lumpuhkan SPBU Kudus, Pertamina Patra Niaga Sigap Alihkan Suplai BBM Demi Layanan Optimal
-
Semen Gresik Gaungkan Empowering Futures sebagai Landasan Pertumbuhan dan Keberkelanjutan