- BNPB berencana melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca di Jawa Tengah mulai 15 hingga 19 Januari 2026.
- Tujuan operasi ini adalah mengurangi intensitas hujan ekstrem, bukan menghentikan total curah hujan di wilayah tersebut.
- Fokus utama operasi ini adalah wilayah utara Jawa untuk mencegat potensi hujan lebat dari arah laut.
SuaraJawaTengah.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil langkah antisipatif yang serius dalam menghadapi potensi bencana banjir di Jawa Tengah.
Dengan mata tertuju pada wilayah rawan, BNPB membuka peluang penambahan armada pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dijadwalkan berlangsung pada 15-19 Januari 2026.
Ini bukan sekadar respons, melainkan strategi proaktif untuk "menyerbu" langit Jateng, mengurangi intensitas hujan ekstrem yang kerap menjadi pemicu banjir parah.
Kepala BNPB Suharyanto, dalam rapat koordinasi dengan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dan jajaran Forkopimda di DPRD Kudus pada Jumat lalu (16/1/2025), menegaskan komitmen lembaganya.
"Operasi tersebut dijadwalkan berlangsung selama lima hari dan dimulai sejak 15 Januari 2026. Saat ini masih melibatkan satu unit pesawat," kata Suharyanto dikutip dari ANTARA.
Namun, ia tak menutup kemungkinan penambahan pesawat jika kondisi cuaca dan curah hujan masih tinggi. Perbandingan dengan Sumatera yang pernah mengerahkan sembilan pesawat untuk OMC menunjukkan skala keseriusan BNPB dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem.
Bukan Hentikan, Tapi Kendalikan Hujan Ekstrem
Suharyanto meluruskan persepsi publik mengenai OMC.
"Modifikasi cuaca ini bukan menghentikan hujan, tetapi mengurangi. Harapannya meskipun cuaca terlihat mendung, tidak terjadi hujan lebat sehingga tidak menambah debit air dari atas," jelasnya.
Baca Juga: Jawa Tengah Garap Potensi Desa: Kunci Pembangunan Nasional dan Indonesia Emas
Ini adalah upaya cerdas untuk mengelola curah hujan, memastikan bahwa hujan yang turun tidak memperparah kondisi banjir yang sudah ada atau memicu banjir baru.
Dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga sangat diharapkan. Suharyanto mendorong Pemprov Jateng untuk ikut menyelenggarakan OMC, mencontoh langkah proaktif Pemprov DKI Jakarta.
"Jika Pemprov Jateng ikut menyelenggarakan untuk memperkuat operasi modifikasi cuaca. BMKG juga menyelenggarakan, sehingga upaya ini bisa lebih optimal," tambahnya, menekankan pentingnya sinergi antarlembaga.
Fokus Utara Jawa: Mencegat Hujan dari Laut
Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Goeroeh Tjiptanto, menjelaskan detail teknis operasi ini. Rekayasa modifikasi cuaca adalah upaya manajemen curah hujan ekstrem, bukan penghilangan total.
"Kalau hujan masih terjadi di laut, bisa kita kelola supaya turun di sana dan tidak masuk ke daratan. Intinya bagaimana melakukan manajemen curah hujan agar tidak menjadi hujan ekstrem di wilayah rawan," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR
-
Bukan Sekadar Pintar, Ini Tantangan Terberat Pemimpin Muda di Era Digital Menurut Gus Yasin
-
Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter
-
Bukan Cuma Hiburan, Sarif Abdillah Sebut Kesenian Tradisional Simpan Petuah Penting
-
Konflik PPP Memanas, Mardiono Depak Waketum Agus Suparmanto dan Taj Yasin